Nasional

Amien: Jangan Ribut Hanya Karena Tari Pendet

Jangan terlalu emosional, bangsa serumpun tidak harus saling berkelahi.

Selasa, 1 September 2009, 16:48 WIB
Amril Amarullah
Amien Rais (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Ketua MPR Amien Rais menanggapi ketegangan Indonesia-Malaysia terkait penggunaan tari pendet dalam iklan pariwisata oleh Malaysia itu, sebagai sebuah pembelajaran bukan sesuatu yang harus diributkan.

Menurut Amien, persoalan ini memang seharusnya diselesaikan dengan cara damai. "Jangan terlalu emosional, bangsa serumpun tidak harus saling berkelahi," kata Amien Rais yag juga sebagai Ketua Dewan Pembina PAN, di Padang, Selasa, 1 September 2009.

Menurut Amien, budaya memiliki nilai-nilai universal dan menjadi milik kemanusian. Ia mencontohkan tentang Barongsai yang dimainkan hampir di seluruh dunia karena etnis Tiong Hoa ada di mana-mana. "Kalau bisa dibicarakan lagi dan mari kita duduk semeja," kata Amien.

Ketegangan RI dan Malaysia muncul ketika saling klaim kepemilikan pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya menjadi milik Malaysia. Ketegangan kembali berlanjut saat kapal perang Malyasia sering melewati zona laut RI di Ambalat yang membuat kapal perang RI kerap mengusir kapal Malaysia.

Seperti tak pernah reda, Malaysia kembali menyulut kemarahan masyarakat RI saat tari Pendet dimasukkan dalam iklan pariwisata Negeri Jiran. Baru-baru ini, Pulau Jemur yang berada di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, diklaim sebagai tujuan kawasan wisata Malaysia.

Laporan: Eri Naldi | Padang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
udin
06/09/2009
yang komentar ngejek amien itu sirik saja dibanding amien jasamu untuk negara tdk ada apa2nya klo koment itu ngaca dulu jgn terbawa sentimen jadinya komenya kayak comberan. aink preman pasar.
Balas   • Laporkan
udin
06/09/2009
yang komentar ngejek amien itu sirik saja dibanding amien jasamu untuknegara tdk ada apa2nya klo koment itu ngaca dulu jgn terbawa sentimen jadinya komenya kayak comberan.aink preman pasar.
Balas   • Laporkan
salleh
03/09/2009
At last, there's some rational voice coming out of Indonesia. Well done saudara Amien. If we are to think the way some people think, then the Hindus should protest against the Balinese as well becos turning Hindu culture into their own. But culture is abo
Balas   • Laporkan
Love Indonesia
02/09/2009
Walah Pk. Amin....Emang kita kagak malu, jati diri dan harga diri Bangsa Indonesia di Injak2 bangsa lain.... Mana rasa nasionalisme anda...Ntuk warga Indonesia smua dari sabang sampai merauke, mari kita bersatu "GANYANG MALINGSIA"
Balas   • Laporkan
ar
02/09/2009
setuju pak Amien, yang komentar di atas bawaannya emosi aja
Balas   • Laporkan
ipunk
02/09/2009
Pak amin belum merasa Indonesia ini seperti dirinya sendiri....atau sudah merasa bagian dari dirinya...tapi sudah mati rasa....ya tooh?
Balas   • Laporkan
Oki Nirawan
02/09/2009
Waduh Pak Amin,,,Bangsa Indonesia yg besar ini dikatakan serumpun dg bangsa maling..??!! Gak sudi lha yaw.. Lagian pak,,barongsai memang dimainkan di banyak negara di dunia tapi tdk otomatis semua negara mengklaim barongsai sbg budayanya, mereka tetap me
Balas   • Laporkan
arif budianto
02/09/2009
waduh Pak Amin...nyuwun sewu Pak..Kami Bangsa Indonesia yang besar ini dikatakan serumpun dgn Bangsa Maling..??!! Lagian Pak,,Barongsai itu dimainkan di banyak negara..tapi tidak otomatis diakui sbg budayanya..Dunia mengakui Barongsai adalah Budaya Tiong
Balas   • Laporkan
anton chan
01/09/2009
sebenernya males komen... tp pak Amin Rais emang hobinya carimuka... dan sukanya nggembosi... dia emang seneng kalo komentar (gak mutu lagi) malaysia emang udah keterlaluan.... damai is damai... tapi masak sih rela harga diri kita(bangsa indonesia) diin
Balas   • Laporkan
aink
01/09/2009
alah amin rais dri dlu juga pengen cari muka haus kekuasaan .. malaysia is maling .. maling is maling .. ga ush ngebela negara yg salah demi kepentingan mu amin .. udh lah urusi saja dirimu ..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ