Nasional

Pulau di Riau Diklaim Tujuan Wisata Malaysia

Sebuah laman pariwisata mengklaim Pulau Jemur sebagai lokasi tujuan wisata negeri jiran.

Senin, 31 Agustus 2009, 11:20 WIB
Arry Anggadha, Elin Yunita Kristanti
  (www.jakarta.go.id)

VIVAnews - Belum usai ribut-ribut soal penayangan Tari Pendet dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' di Discovery Channel dan dugaan lagu kebangsaan Malaysia 'Negaraku' menjiplak lagu 'Terang Bulan', masalah baru kembali muncul.

Media massa lokal Riau beberapa hari ini memuat berita tentang sebuah laman pariwisata yang mengklaim Pulau Jemur sebagai lokasi tujuan wisata negeri jiran.

Dalam laman Travel Journal dan laman Osvaja.net Pulau Jemur dinyatakan sebagai destinasi wisata Negara Bagian Selanggor, Malaysia. Dalam laman tersebut dijelaskan lokasi Pulau Jemur adalah 2° 52' 10 LU dan 100° 34' 0 BT.

Begitu pula dengan laman World-geographics.com, di sama Pulau Jemur juga disebut sebagai bagian wilayah Malaysia.

Penelusuran VIVAnews, Pulau Jemur adalah pulau milik Indonesia yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagan Siapi-api dan 64,3 km dari Pelabuhan Klang di Malaysia.

Pulau Jemur adalah satu di antara sembilan pulau lain yang ada di Gugusan Pulau Arwah. Pulau lainnya diantaranya, Tokong Emas, Tokong Simbang, dan Labuhan Bilik.

Pulau Jemur memiliki pemandangan laut yang cantik yang kaya dengan berbagai ragam ikan, satwa laut, dan terumbu karang, Darang yang cocok untuk kegiatan memancing dan menyelam. Di pulau tersebut juga terdapat penyu hijau.

Selain punya potensi wisata, pulau tersebut juga punya latar belakang sejarah. Selama Perang Dunia II, Jepang membangun pertahanan di pulau tersebut. Pulau ini tak berpenduduk, namun ada pos TNI Angkatan Laut yang di pulau tersebut.

Indonesia pernah berduka karena kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan, dua pulau yang dikelola Malaysia sebagai tujuan wisatanya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
wong deso
04/09/2009
setuju...! pemerintah jangan melongo aza, tunjukkan harga diri sebagai bangsa yang besar jangan sampai dipecundangi oleh negara lain. mana nyalimu...! boikot..boikot...
Balas   • Laporkan
iid
01/09/2009
paling juga setelah Malay minta maaf..pemerintah kita dah cukup puas..lama lama bali bisa hilang juga nih..turut prihatin
Balas   • Laporkan
ronowidagdo
01/09/2009
Malaysia rupanya bukan tetangga yg baik. Ini tanggung jawab siapa dan instansi mana ya ? Tentunya bukan semua dibebankan SBY melulu, walaupun tanggung jawab tertingginya tidak bisa lain dp SBY. Mestinya Lurah / Camat / Bupati / Gubernur / Mendagri harusny
Balas   • Laporkan
joko
31/08/2009
pemerintah Indonesia harus segera bertindak lebih tegas lagi agar harga diri kita tidak di injak2 oleh negara cecunguk itu,,yang tau tau diri dan malu,,,negara yang memfatwakan menghalalkan segala cara untu menjatuhkan negara Indonesia dimata internasiona
Balas   • Laporkan
Benjo
31/08/2009
Pemerintah tunjujkan bahwa kita bangsa elang.... bukan bangsa pecundang.
Balas   • Laporkan
jujun
31/08/2009
Ganyang Malaysia GANYANG MALAYSIA
Balas   • Laporkan
Liek
31/08/2009
kayaknya sih negara makmur...............ternyatai suka menjarah milik tetangga
Balas   • Laporkan
anti malaysia
31/08/2009
perang aja koq repot. siap koq rakyat Indonesia perang
Balas   • Laporkan
Rizal
31/08/2009
Kenapa ya, pemerintah kita tidak memberi tindakan tegas dan keras demi menjaga kedaulatan Indonesia atas Malaysia? Beberapa kejadian sudah sangat jelas melewati batas-batas yang dapat ditolerir. Pencurian Budaya, Penganiayaan TKI, TKW, WNI, Ambalat, Natu
Balas   • Laporkan
rama
31/08/2009
kalo malaysia benar - benar mengakui pulau milik kita INI SAMA SAJA memulai PERANG !!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ