Nasional

Hidayat: Ada Yang Adu Domba RI-Malaysia?

Apakah memang ada yang sengaja ingin terus membuat Indonesia-Malaysia tidak harmonis?

Minggu, 30 Agustus 2009, 00:05 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Hidayat Nur Wahid (depan) dan Basuki Supartono (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - 'Perang Dingin' Indonesia dan Malaysia terus memanas. Setelah Tari Pendet, kini beredar situs yang melecehkan naskah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Apakah memang ada yang sengaja ingin terus membuat Indonesia-Malaysia tidak harmonis?

"Apakah memang ada pihak ke tiga yang ingin adu domba antara Indonesia dan Malaysia supaya tidak pernah akur," kata Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, usai buka puasa bersama Jusuf Kalla di kediaman Hidayat, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2009.

Menurut Hidayat, persoalan sensitif ini merupakan satu hal harus segera dituntaskan. Hidayat menyarankan agar Indonesia dan Malaysia duduk bersama agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

"Karena ini ada dua negara yang besar di Asia Tenggara. Dan barangkali bersatu tidak diadu-domba akan memperkuat ASEAN. Barang kali ada yang pihak tertentu tidak suka," ujar anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hidayat menilai, tentu Malaysia juga perlu klarifikasi sampai tuntas terkait hal-hal atau isu yang dimunculkan. Seperti misalnya menghentikan untuk mengubah dan mengklaim.

"Penting bagi Malaysia untuk menjadi proaktif. Permasalahan disana (Malaysia), jangan minta Indonesia bersabar, tidak terprovokasi dan sebagainya. Harusnya, selesaikan ini sebelum orang lain terprovokasi," ujar Hidayat.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
cah sotoy
30/08/2010
lhah wong malingsia yg reseq...koq dibilang pihak ke-3...iki piye toh mbah dayat..? sampean nyari wedus ireng... mboten2 ae dul...dul.....
Balas   • Laporkan
Oki Nirawan
02/09/2009
Mungkin analisa saya sbg orang awam agak berbeda dg Pak Hidayat.. Pertama - Kalau memang ada pihak 3 yg ingin adu domba, seharusnya sejak terjadi klaim pertama kali thdp budaya kita, malaysia hrs buru2 mengklarifikasi sejelas-jelasnya dan mencegah terulan
Balas   • Laporkan
Herman Surbakti
30/08/2009
Membaca berita ini saya jadi tersentak, jangan-jangan teroris juga yang punya kerjaan. Nurdin cs asal Malaysia dan mereka jadikan Indonesia sebagai target. Mungkinkah semua ini berkaitan? Terlepas dari benar tidaknya bhw teroris sebagai dalang, saya mohon
Balas   • Laporkan
Herman Surbakti
30/08/2009
Membaca berita ini saya jadi tersentak, jangan-jangan teroris juga yang punya kerjaan. Nurdin cs asal Malaysia dan mereka jadikan Indonesia sebagai target. Mungkinkah semua ini berkaitan? Terlepas dari benar tidaknya bhw teroris sebagai dalang, saya mohon
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ