VIVAnews - Anggota Dewan Komisi Pertanan Yusron Ihza Mahendra mengusulkan agar pemerintah membuat Departemen Perbatasan.
Hal ini terkait sejumlah masalah yang kerap menimpa pulau-pulau terluar, diantaranya penjualan pulau. Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pular Indonesia dilego di laman www.pribateislandonline.com. Tiga pulau, yakni Pulau Siloinak, Pulau Macaroni dan pulau Kandui ditawarkan dengan harga US$ 1,6 juta sampai US$ 8 juta. Pulau-pulau itu terdapat berada di kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.
Departemen tersebut, kata dia, dapat menjaga keutuhan negara dan agar pengawasan menjadi lebih fokus. "NKRI sebuah harga mati," kata Yusron dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2009.
Selain itu, Departemen tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah perbatasan. "Masyarakat perbatasan lebih tertarik pergi ke negara tetangga untuk mendapatkan kebutuhan pokok," kata dia.
Mantan Menteri Sekertaris Negara Bondan Gunawan tidak sepakat dengan usulan itu. Daripada membuat departemen perbatasan, kata dia, lebih baik pemerintah memberdayakan nelayan-nelayan kecil.
"Dengan demikian kesejahteraan nelayan lebih tercapai dan anggaran yang dikeluarkan tidak terlalu besar," kata dia. Masalahnya sekarang, lanjut Bonda, pemerintah harus mencari pasar sehingga nelayan-nelayan itu bisa memasarkan hasil produknya.
• VIVAnews