Nasional

Situs Penghina Lagu 'Indonesia Raya' dari AS

Pelaku diketahui berasal dari Amerika Serikat.

Jum'at, 28 Agustus 2009, 19:53 WIB
Arry Anggadha, Eko Huda S
Pedagang Bendera (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pemerintah Indonesia sudah mengetahui identitas pelaku pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pelaku yang melecehkan lagu Indonesia Raya dengan bahasa Malaysia itu, diketahui bukan berasal dari Negeri Jiran itu.

"Deplu sudah mendapat keterangan dari Depkominfo, bahwa situs itu ditemukan di Amerika Serikat (AS)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2009.

Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) terus berkoordinasi atas kasus pelecehan lagu kebangsaan ini. Deplu pun meminta agar Depkominfo segera memblokir situs pelaku dan lagu Indonesia Raya agar dikeluarkan dari situs terkait.

"Tapi saya bukan ahli teknologi komunikasi. Apakah setelah dibloki dan dikeluarkan masih bisa muncul di situs lain. Saya belum bisa memastikan itu," ujar Faizasyah.

Maka itu, Deplu berharap permasalahan ini akan segera selesai. "Agar tidak memicu polemik di masyarakat," kata dia.

Seperti diketahui, dalam situs itu, syair lagu Indonesia Raya berubah total. Isinya mencengangkan, syair-syair diplesetkan dengan beberapa bahasa yang biasa digunakan di Malaysia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
FUCK
29/08/2009
makanya indonesia harus mengharagi budaya sendiri dan mempromosika budaya kita
Balas   • Laporkan
budhi hariyanto
29/08/2009
Musti diselesaikan secara tuntas hal penghinaan melalui situs dan jgn sampai rakyat Indonesia berpandangan lain sekaligus merupakan hal yang memancing pernasalahan dalam kekeruhan hub luarnegeri yang dampaknya bangsa lain yang akan menggunakan kesempatan.
Balas   • Laporkan
budhi hariyanto
29/08/2009
Musti diselesaikan secara tuntas hal penghinaan melalui situs dan jgn sampai rakyat Indonesia berpandangan lain sekaligus merupakan hal yang memancing pernasalahan dalam kekeruhan hub luar negeri yang dampaknya bangsa lain yang akan menggunakan kesempatan
Balas   • Laporkan
zaky
29/08/2009
politik adu domba, makanya jangan langsung sewot. Jangankan kan internet. Orang aja kalo yg ngasih tau dari orang pasik harus cek n ricek
Balas   • Laporkan
Pakde
29/08/2009
Jangan mengkambing hitamkan Malaysianya dulu, tapi telusuri terus dan tangkap oknumnya. Ini jelas kerjaan orang yang nggak punya gawean. Jelas ini oknum mau adu domba diantara bangsa serumpun atau memancing diair keruh
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ