VIVAnews - Dinas Pekerjaan, Permukiman, dan Prasarana Wilayah Riau mengidentifikasi sepanjang 15 kilometer jalan lintas barat rawan kecelakaan untuk dilalui pemudik lebaran 2009. Karena jalan yang menghubungkan Riau-Sumatera Barat itu kerap terjadi longsor.
"Longsor berpotensi di lintasan Riau dan Sumbar di titik dalam jarak tempuh 15 kilometer yang terletak di kilometer 74-89," kata Asisten Teknis Bidang Pelaksana dan Pengawasan Jalur Riau-Sumbar Dinas Kimpraswil Riau, Ali Umar, Jumat 28 Agustus 2009.
Longsor lebih disebabkan karena tebing tinggi yang rata-rata dipenuhi bebatuan yang berada di pinggir jalan. Karena di bagian bawah jalan juga masih banyak terdapat serapan mata air yang mengalir di bawah jalan.
"Ini yang menyebabkan jalan rawan longsor, tebing tinggi yang di bawahnya banyak serapan mata air," ujar Ali.
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya akan melakukan pemotongan tebing batu sepanjang dua kilometer di Kilometer 77, tepatnya di Desa Merangin, Kecamatan Bangkinang Barat, Kampar, Riau.
"Pemotongan setinggi 15-40 meter selain menghindari longsor, juga untuk melebarkan jalan," tuturnya.
Jalur alternative juga disiapkan yakni melalui Desa Tilam, Kecamatan Bangkinang Barat menuju Desa Tanjung Alai di Kecamatan XIII Koto kabupaten Kampar.
Laporan: Ali Azumar | Riau