Nasional

Situs Penghina Lagu 'Indonesia Raya' dari AS

Pelaku diketahui berasal dari Amerika Serikat.

Jum'at, 28 Agustus 2009, 11:57 WIB
Ismoko Widjaya, Eko Huda S
Pedagang Bendera (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pemerintah Indonesia sudah mengetahui identitas pelaku pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pelaku yang melecehkan lagu Indonesia Raya dengan bahasa Malaysia itu, diketahui bukan berasal dari Negeri Jiran itu.

"Deplu sudah mendapat keterangan dari Depkominfo, bahwa situs itu ditemukan di Amerika Serikat (AS)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2009.

Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) terus berkoordinasi atas kasus pelecehan lagu kebangsaan ini. Deplu pun meminta agar Depkominfo segera memblokir situs pelaku dan lagu Indonesia Raya agar dikeluarkan dari situs terkait.

"Tapi saya bukan ahli teknologi komunikasi. Apakah setelah dibloki dan dikeluarkan masih bisa muncul di situs lain. Saya belum bisa memastikan itu," ujar Faizasyah.

Maka itu, Deplu berharap permasalahan ini akan segera selesai. "Agar tidak memicu polemik di masyarakat," kata dia.

Seperti diketahui, dalam situs itu, syair lagu Indonesia Raya berubah total. Isinya mencengangkan, syair-syair diplesetkan dengan beberapa bahasa yang biasa digunakan di Malaysia.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
eko
31/08/2009
ga ngerti aq, apa bangsa kita mau terus dibodoh-bodohin atau mungkin saking pintarnya jadi semuanya dihitung pake duit untung ruginya...jangan cuma bisa bilang rakyat sudah tidak berjiwa nasionalis klw jajaran pimpinan juga tidak nasionalis mungkin jgn2 b
Balas   • Laporkan
sdflksjafls
29/08/2009
biasalah coi.. Indonesia cuma tau menyalahkan Amerika dan Jahudi aja.
Balas   • Laporkan
rey
28/08/2009
jangan takut, kita da kena celah terus.. knapa negara kita diam.... kalah menang soal blakang, yang jelas kita tempur org tuh... buat serangan,biar mampus org tuh. kenapa indonesia jadi takut... rakyatmu mendukung..
Balas   • Laporkan
ndoro
28/08/2009
ky pemerintah berania ja,, presiden nya aj klemer2
Balas   • Laporkan
jack
28/08/2009
inti masalahnya adalah pelecehan lagunya, bukan lokasi situsnya. sebaiknya memang pemerintah memposisikan malaysial sebagai negara tetangga biasa tanpa kerjasama TKI, dsb.kirim asap mungkin lebih asyik
Balas   • Laporkan
Andre Matondang
28/08/2009
siapapun pelakunya, ini adalah PENGHINAAN terhadap kita seluruh bangsa Indonesia!!!!!!!!!! hal ini harap DITUNTASKAN!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
hong
28/08/2009
Di trace aja inputan blognya...kan bisa ketahuan ipnya dari mana...
Balas   • Laporkan
ujang
28/08/2009
ga ada linknya ya???
Balas   • Laporkan
fajari
28/08/2009
jangan mau di adu dgn malaisya AS akan senang
Balas   • Laporkan
yadayada
28/08/2009
"Deplu sudah mendapat keterangan dari Depkominfo, bahwa situs itu ditemukan di Amerika Serikat (AS)," kalimatnya. Tapi kan bukan lantas berarti orang AS pelakunya tho? atow memang klo situsnya hosting di Taiwan misalnya harus orang Taiwan pelakunya? gag
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ