VIVAnews - Pemerintah Indonesia sudah mengetahui identitas pelaku pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pelaku yang melecehkan lagu Indonesia Raya dengan bahasa Malaysia itu, diketahui bukan berasal dari Negeri Jiran itu.
"Deplu sudah mendapat keterangan dari Depkominfo, bahwa situs itu ditemukan di Amerika Serikat (AS)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2009.
Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) terus berkoordinasi atas kasus pelecehan lagu kebangsaan ini. Deplu pun meminta agar Depkominfo segera memblokir situs pelaku dan lagu Indonesia Raya agar dikeluarkan dari situs terkait.
"Tapi saya bukan ahli teknologi komunikasi. Apakah setelah dibloki dan dikeluarkan masih bisa muncul di situs lain. Saya belum bisa memastikan itu," ujar Faizasyah.
Maka itu, Deplu berharap permasalahan ini akan segera selesai. "Agar tidak memicu polemik di masyarakat," kata dia.
Seperti diketahui, dalam situs itu, syair lagu Indonesia Raya berubah total. Isinya mencengangkan, syair-syair diplesetkan dengan beberapa bahasa yang biasa digunakan di Malaysia.
ga ngerti aq, apa bangsa kita mau terus dibodoh-bodohin atau mungkin saking pintarnya jadi semuanya dihitung pake duit untung ruginya...jangan cuma bisa bilang rakyat sudah tidak berjiwa nasionalis klw jajaran pimpinan juga tidak nasionalis mungkin jgn2 b
jangan takut,
kita da kena celah terus..
knapa negara kita diam....
kalah menang soal blakang,
yang jelas kita tempur org tuh...
buat serangan,biar mampus org tuh.
kenapa indonesia jadi takut...
rakyatmu mendukung..
inti masalahnya adalah pelecehan lagunya, bukan lokasi situsnya. sebaiknya memang pemerintah memposisikan malaysial sebagai negara tetangga biasa tanpa kerjasama TKI, dsb.kirim asap mungkin lebih asyik
"Deplu sudah mendapat keterangan dari Depkominfo, bahwa situs itu ditemukan di Amerika Serikat (AS),"
kalimatnya. Tapi kan bukan lantas berarti orang AS pelakunya tho? atow memang klo situsnya hosting di Taiwan misalnya harus orang Taiwan pelakunya? gag