Nasional
Malaysia Diduga Klaim tari Pendet

Inilah Pernyataan Malaysia Soal Pendet

"Tak ada seorangpun di Malaysia yang mengklaim Pendet adalah tarian asal Malaysia."

Jum'at, 28 Agustus 2009, 09:25 WIB
Elin Yunita Kristanti
Tari Pendet, Bali (balipuspa.de)

VIVAnews - Munculnya tari Pendet, tari khas asal Bali, dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' membuat masyarakat Indonesia emosi. Tuduhan lantas dilayangkan ke pihak Malaysia yang diduga mengklaim bahkan mencuri kebudayaan Indonesia.

Menanggapi polemik yang makin memanas, Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia mengeluarkan imbauan bagi semua pihak, baik pemerintah terutama media, untuk memahami sensitifitas isu tersebut bagi kedua bangsa. Sehingga, berita yang beredar tak menyakiti pihak manapun.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta juga menyatakan penyesalannya atas kesalahpahaman dan tudingan yang diarahkan media di Indonesia yang memberitakan bahwa pemerintah Malaysia telah mencuri tari Pendet.

"Kedutaan Besar Malaysia menekankan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dan salah pengertian atas video klip yang beredar, termasuk  tudingan kepada pemerintah Malaysia," pernyataan Kedutaan Besar Malaysia, seperti dimuat laman Bernama, Kamis 27 Agustus 2009 malam.

Dalam pernyataannya, Kedutaan Malaysia juga iklan tersebut adalah inisiatif Discovery Asia-Pasifik, sama sekali tak melibatkan pihak Malaysia.

"Tak ada seorangpun di Malaysia yang mengklaim Pendet adalah tarian asal Malaysia," tambah pernyataan tersebut.

"Seharusnya, siapapun yang berani menyimpulkan, harus sudah melakukan riset untuk memverifikasi permasalahan, sebelum akhirnya memberi penilaian."

Kata pernyataan itu. Promosi selama 30 detik itu dikerjakan oleh pihak ketiga yang dipekerjakan oleh Discovery Channel, yang kantornya berkedudukan di Singapura.

• VIVAnews
Rating
Komentar
abhu
09/09/2009
malaysia negara pencuri, kita perlu pemimpin yang tegas seprti Bung Karno.... nga kaya sekarang pemimpin kita dari militer tapi nga tegas......bisanya cuma DIPLOMASI AJA......mana ketegasannya????????????????????
Balas   • Laporkan
jk
31/08/2009
kita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar harus lebih arif dan bijaksana melihat isu yang berkembang belakangan ini antara Indonesia dengan malaysia, jangan terpancing dengan provokasi2 yang dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab (malays
Balas   • Laporkan
Shanderlyn
29/08/2009
Malaysia patut dianggap musuh kalau pun perang perlu dilakukan,lndonesia harus siap,pasalnya poerlu kita ingat ini masalah kedaulatan bangsa,kemerdekaan bangsa,tapi malaysia terus saja memancing amarah iIndonesia,pemerintahpun harusnya tegas dengan hal in
Balas   • Laporkan
sutirman eka ardhana
28/08/2009
Saya sih setuju bahwa kita memang harus berhati-hati agar tidak terjebak dengan provokasi-provokasi pihak tertentu. Akan tetapi kita juga jangan terlena dengan isu bahwa kita dan Malaysia itu adalah 'bangsa serumpun'. Isu 'serumpun' itu tidak harus membua
Balas   • Laporkan
sutirman eka ardhana
28/08/2009
Saya sih setuju bahwa kita memang harus berhati-hati agar tidak terjebak dengan provokasi-provokasi pihak tertentu. Akan tetapi kita juga jangan terlena dengan isu bahwa kita dan Malaysia itu adalah 'bangsa serumpun'. Isu 'serumpun' itu tidak harus membua
Balas   • Laporkan
santi
28/08/2009
Hi Malaysia, please dech, JADILAH TETANGGA YG BAIK. Ga baik tau nyolong - nyolong gitu!
Balas   • Laporkan
suta
28/08/2009
cuma satu kata aja buat malaisya. . . . ganyang......putuskan semua hubungan yang berurusan dengan malaisya
Balas   • Laporkan
roel_lee
28/08/2009
GANYANG MALAYSIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
hanggar
28/08/2009
apapun alasanya kita harus tetap memperjuangkan semua aset milik NKRI...
Balas   • Laporkan
opunk
28/08/2009
seseungguhnya kita masih bersaudara...ajukan klaim keberatan dg cara yg mencerminkan persaudaraan...ye ga sich...karna kalo sampe ribut...kitelah yg rugi sendiri
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ