Nasional

Iklan Pulau Dijual Dimuat Sejak 2 Tahun Lalu

Tetapi, pemerintah daerah setempat memang menganggapnya sepele.

Jum'at, 28 Agustus 2009, 07:16 WIB
Ismoko Widjaya, Erinaldi
  (Antara/ Basrul Haq)

VIVAnews - Heboh penjualan tiga pulau di Mentawai, Sumatera Barat oada laman situs www.privateislandonline.com baru tercium beberapa hari ini. Padahal, Pulau Kandui, Pulau Macaroni, Pulau Siloinak, sudah nangkring untuk dijual sejak 2 tahun lalu.

"Kami tidak terlalu menggubrisnya, karena iklannya itu keliru jadi tidak perlu digubrislah," kata Wakil Bupati Mentawai Yudas Sabagalet di Padang, Kamis, 27 Agustus 2009, sore.

Dengan alasan kekeliruan yang ditayangkan situs itu terkait objek yang dijual, Pemkab Mentawai memilih bungkam. Kenapa baru sekarang diributkan setelah media santer menyorotinya?

"Tidak ada pulau yang dijual jadi buat apa kita tanggapi. Macaroni itu resort, Kandui juga begitu," kata dia. Kesalahan konten iklan situs asing ini dinilai sepele pemerintah. Sehingga iklan 'for sale' untuk tiga resort -yang dalam iklannya dikatakan sebagai pulau- itu bertahan selama dua tahun.

Untung hingga kini pulau yang sebenarnya resort ini tidak laku-laku sehingga kedaulatan NKRI masih terjaga. Hasil peninjauan tim dari Dirjen Kelautan Pusat pun akhirnya menyimpulkan, tidak ada pelanggaran defacto atas iklan yang dimuat situs asing itu.

Pemerintah terkesan masih berdamai dengan isu krusial tersebut. "Situs internet ini kan tidak selamanya benar, jadi kami akan lakukan klarifikasi. Dilihat dulu apa motif dan oknum yang memasang iklan itu," kata Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Laut Aji Sularso di Padang.

Jika ada motif mengganggu keutuhan NKRI, ia mengaku, pemerintah akan mengajukan gugatan secara hukum pada pengelola situs tersebut. Pemerintah Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat mengakui mengetahui tentang penawaran tiga pulau itu di situs yang berpusat di Toronto, Kanada ini.

Laporan: Eri Naldi l Padang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
daniel
28/08/2009
Biasa, pemerintah Republik Indonesia, ga pernah mau perduli pada keutuhan bangsanya.. Kalau sudah jatuh ke tangan asing, baru mau ngurusi, tapi akhirnya 'KEOK' juga di pengadilan.. tengok tuh SIPADAN dan LIGITAN..!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ