Nasional
Hubungan Indonesia-Malaysia

'Indon', 'Malingsia', Manohara, dan Pendet

"Pendet adalah milik kami, Noordin M Top [teroris kelahiran Malaysia] yang punyamu."

Kamis, 27 Agustus 2009, 12:03 WIB
Elin Yunita Kristanti
Manohara  

VIVAnews - Meski berjiran, hubungan Indonesia dan Malaysia tak selalu mesra. Isu-isu berkaitan dengan nasionalisme selalu berhasil menaikan tensi hubungan dua negara.

Seperti dimuat laman Malaysia Today, Rabu 26 Agustus 2009, mengapa dua negara ini kerap berseteru, akarnya penyebabnya mungkin persoalan ekonomi.

Pendapatan GDP Malaysia jauh lebih besar dari Indonesia, yakni US$ 15.300 jauh dibandingkan Indonesia yang US$ 3.900, itu menurut CIA World Factbook.

Akibatnya, puluhan ribu orang Indonesia ramai-ramai menyeberang ke Malaysia untuk mendapatkan pekerjaan. Ketegangan dimulai dari sana, Indonesia menuduh orang Malaysia memperlakukan pekerja asal Indonesia secara tak manusiawi, sebaliknya orang Malaysia menganggap orang Indonesia telah mengambil pekerjaan mereka.

Beberapa orang Malaysia bahkan memakai sebutan 'Indon' pada orang Indonesia, sebutan yang dianggap merendahkan.

Awal tahun ini tensi kembali naik ketika model asal Indonesia, Manohara Odellia Pinot menuding suaminya, Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry menculik dan melakukan kekerasan kepadanya. Sang model ini berhasil melarikan diri dari pangerannya. Seluruh media di Indonesia menayangkan cerita detil tentang penganiayaan atas dirinya.

Sebelumnya, pada 2007, orang Indonesia memprotes pemakaian lagu 'Rasa Sayange' yang digunakan dalam iklan Malaysia Tourism Board . Orang Indonesia juga menuding Malaysia mencuri batik dan wayang.

Di tahun yang sama, entah dari mana dan siapa yang memulainya, muncul istilah 'Malingsia', untuk menggantikan nama Malaysia. Semua tahu kalau istilah 'maling' berarti pencuri.

Polemik pemakaian Tari Pendet dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' kembali memicu silang pendapat antara dua bangsa yang sebenarnya masih satu keturunan, Melayu. Perang pendapat di situs-situs jejaring sosial makin memanaskan situasi. "Pendet adalah milik kami, Noordin M Top [teroris kelahiran Malaysia] yang punyamu," kata seorang warga Indonesia di Twitter.

Untungnya, persoalan tari Pendet sudah terang. Menteri Pariwisata Malaysia, Ng Yen Yen mengaku telah menerima permohonan maaf dari Discovery Channel pada Rabu 26 Agustus 2009.

"Saya baru saja menelepon Menteri Jero Wacik untuk mengklarifikasi iklan video klip itu bukan dibuat oleh Kementerian Pariwisata Malaysia tapi oleh Discovery," kata dia seperti dimuat laman Bernama, Rabu 26 Agustus 2009 malam.

Menteri Jero Wacik, kata dia, juga telah menerima permintaan maaf dari Discovery pada saat bersamaan. Discovery bahkan telah mencabut iklan tersebut. Apakah selesainya persoalan Tari Pendet menurunkan tensi dan membuat dua bangsa jadi rukun? Semoga.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Nizar
11/02/2010
Biarkan saja malaysia berulah, itu hanya strategi elit mereka untuk menghindari perang etnik di dalamnya, makanya mereka bikin ribut biar orang-orang melayu pada bersatu.
Balas   • Laporkan
Nizar
11/02/2010
Apa yang dilakukan pemerintah Malaysia atas sederatan kliam kebudayaan kita hanyalah politik elit Malaysia untuk mengalihkan krisis perpcahan etnik di dalamnya, terutama Melayu. Lihat saja di tahun 1970, 80, ketika terjadi perang etnik antara melayu dan c
Balas   • Laporkan
edi subari
20/09/2009
Di Malaysia perlu ada pendidikan kewarganegraan, sehingga warganya punya moral yang baik dapat menghormati pada negara tetangga, tidak ganggu melulu sama Indonesia.
Balas   • Laporkan
peng
18/09/2009
Malaysia pencuri..
Balas   • Laporkan
sigit
07/09/2009
pendet selesai,tunggu ntar siap2,,malingsia mo ambil yg laen lg
Balas   • Laporkan
samuel
04/09/2009
maling sia..!!
Balas   • Laporkan
malingsia
30/08/2009
Go to hell awak malaysia.. Go to hell MALAYSIA TRULY MALINGASIA. gO TO hell awak malingsia yang tebal wajah yg dengan straight face mengaku-aku culture Indonesia. SEDARLAH KAU MALINGSIA....
Balas   • Laporkan
boray
29/08/2009
malingsia go to hell now!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
Dedi
28/08/2009
HALLLOOO, PARA PEMIMPIN, LIHAT WARGAMU DISIKSA...BANGSAMU DIHINA...KEHORMATAN BANGSAMU DIINJAK-INJAK OLEH SI MALINGSIA. CUKUP YA CUKUP, LEMBEK AMAT SIH...
Balas   • Laporkan
ning
27/08/2009
Emangnya kalau yg buat discovery, pemerintah malingsia itu bnr2 ndak tau apa2 tentang pembuatan iklan itu? ngeles aja nih si malingsia :p
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ