Nasional

Dokter Lapas Kerobokan: Corby Tidak Gila

Kesimpulan bahwa Corby gila hanya didasarkan wawancara selama kurang dari satu jam.

Rabu, 26 Agustus 2009, 10:12 WIB
Elin Yunita Kristanti
Schapelle Leigh Corby ditemani sipir LP Kerobokan (VIVAnews/Wima Saraswati)

VIVAnews - Ahli jiwa asal Australia mengatakan Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun penjara dalam kasus penyelundupan mariyuana 4,2 kilogram dari Australia ke Bali, 'tak waras' secara medis.

Namun, pernyataan tersebut dibantah dokter jiwa lapas Kerobokan, Dr Agus Hartawan. Kondisi kejiwaan Corby, kata dia, baik-baik saja. "Melihat dari aktivitas kesehariannya, dia baik-baik saja," kata Agus Hartawan seperti dimuat laman News.com.au, Rabu 26 Agustus 2009.

"Hari ini, misalnya, Corby dalam kondisi baik, dia bersosialisasi dengan baik dengan sesama narapidana. Ketika dia stres atau depresi memang dia bertingkah di luar kebiasaan, namun di luar itu dia normal," tambah dia.

Menurut Hartawan kesimpulan bahwa Corby gila oleh ahli jiwa Australia hanya didasarkan wawancara selama kurang dari satu jam.

Sebelumnya, ahli kejiwaan asal Australia, Jonathan Phillips mengatakan Corby mungkin tak akan genap menjalani 20 tahun masa penahanannya. Kata dia, kondisi kejiwaan Corby seperti 'bergantung di benang tipis'.

"Dia terjebak dalam dunia yang membingungkan, dimana fantasi, halusinasi, dan ide-ide aneh mendominasi pikirannya," kata Phillips seperti dikutip laman Sydney Morning Herald, Senin 24 Agustus 2009.

Kondisi buruk Corby akan terus berlangsung, sampai dia dipindahkan dari penjara. "Meskipun dia mendapatkan perawatan medis yang baik di penjara, hidup di balik sel akan semakin merusaknya. Saya sangat khawatir," tambah dia.

Solusi terbaik bagi Corby, tambah dia, adalah memindahkan Corby ke penjara di Australia dan dirawat oleh rumah sakit di negeri Kanguru itu. Phillips mengatakan bersalah atau tidak, kondisi yang dialami Corby murni medis.

Sebelumnya, seperti dimuat Daily Telegraph, Selasa 4 Agustus 2009, Corby memanjat menara air di dekat selnya di Penjara Kerobokan Bali. Setelah dibujuk, baru perempuan asal Australia itu mau turun.

Pada Juni 2009, Corby harus menghabiskan 1,5 minggu di Rumah Sakit Polri Trijata, Denpasar, karenamenderita tekanan mental. Di rumah sakit dia terlihat menggendong boneka dan tidur-tiduran di atas lantai.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ