VIVAnews - Abu Jibril mengaku anaknya diculik oleh orang berbadan tegap sekitar 500 meter dari rumahnya. Penculikan itu pun langsung ditanyakan ke kepolisian.
"Tadi saya tanyakan soal penculikan ke Pak Nanan (Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektorat Jenderal Nanan Soekarna)," kata Abu Jibril di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2009.
Sebelumnya Abu Jibril menceritakan sempat memanggil pulang anaknya sesaat setelah ditetapkan sebagai buronan teroris. Namun sekitar 500 meter dari rumahnya, Mohammad Jibril diculik. "Begitu diculik, anak saya ditekan dengan dengkul, diborgol, kemudian dimasukkan ke Honda CRV silver bernomor ppolisi B 8190 CX."
Menurut Abu Jibril, pihak Mabes Polri menyatakan tidak tahu siapa yang melakukannya. "Dia (Nanan) bilang akan mencari tahu siapa pelaku penculikan itu," ujarnya.
Polisi menetapkan Mohammad Jibril sebagai buronan terorisme. Dia diduga terlibat dalam aksi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.
Abu Jibril datang di Mabes Polri sekitar pukul 16.50. Abu Jibril yang mengenakan gamis putih dan memakai sorban putih datang bersama dengan salah satu putranya dan tiga pengacaranya.
Sebelumnya, media arrahmah.com melansir bahwa Mohammad Jibril hari ini sudah dibawa polisi. Mohammad Jibril sendiri diketahui sebagai salah satu pendiri arrahmah.com.
Mohammad Jibril memiliki dua data tempat tanggal lahir. Pertama, di Banjarmasin, 3 Desember 1979 dan yang kedua di Lombok Timur, 28 mei 1989. Menurut Nanan, data tanggal lahir itu diperoleh dari keterangan pada passpor dan kependudukan.