VIVAnews - Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun penjara dalam kasus penyelundupan mariyuana 4,2 kilogram dari Australia ke Bali, bisa dibilang 'tak waras' secara medis.
Ahli kejiwaan asal Australia, Jonathan Phillips mengatakan Corby mungkin tak akan genap menjalani 20 tahun masa penahanannya. Kata dia, kondisi kejiwaan Corby seperti 'bergantung di benang tipis'.
"Dia terjebak dalam dunia yang membingungkan, dimana fantasi, halusinasi, dan ide-ide aneh mendominasi pikirannya," kata Phillips seperti dikutip laman Sydney Morning Herald, Senin 24 Agustus 2009.
Kondisi buruk Corby akan terus berlangsung, sampai dia dipindahkan dari penjara. "Meskipun dia mendapatkan perawatan medis yang baik di penjara, hidup di balik sel akan semakin merusaknya. Saya sangat khawatir," tambah dia.
Solusi terbaik bagi Corby, tambah dia, adalah memindahkan Corby ke penjara di Australia dan dirawat oleh rumah sakit di negeri Kanguru itu. Phillips mengatakan bersalah atau tidak, kondisi yang dialami Corby murni medis.
Apa mungkin Corby bersandiwara? "Saya bertahun-tahun menjadi ahli jiwa dan dalam pekerjaan saya selaku menggunakan pendekatan skeptis," kata dia.
Corby, lanjut Phillips tak bisa merasa damai karena selalu merasa diintai dan direkam untuk tujuan tertentu yang aneh.
Sebanyak 20 lembar kesimpulan medis Corby yang dibuat Phillips, oleh keluarga, akan dikirimkan kepada Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd dan beberapa pimpinan politik Australia. Tujuannya, agar mereka ikut memberi dorongan bagi pemindahan Corby ke Australia.
Kakak Corby, Mercedes mengatakan pihak keluarga tak terkejut dengan laporan dokter.
"Kami mencoba agar kondisinya membaik. Tiap hari berat baginya, kondisinya jauh dari baik," tambah Mercedes.
Sebelumnya, seperti dimuat Daily Telegraph, Selasa 4 Agustus 2009, Corby memanjat menara air di dekat selnya di Penjara Kerobokan Bali. Setelah dibujuk, baru perempuan asal Australia itu mau turun.
Pada Juni 2009, Corby harus menghabiskan 1,5 minggu di Rumah Sakit Polri Trijata, Denpasar, karenamenderita tekanan mental. Di rumah sakit dia terlihat menggendong boneka dan tidur-tiduran di atas lantai.