VIVAnews - Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar soal adanya rencana penyerangan terhadap Presiden Amerika Serikat, Barack Obama saat berkunjung ke Indonesia, November mendatang.
"Di lingkungan Polri, yang berkaitan dengan Densus 88 atau satuan tugas yang lain, tidak ada pengamat siapapun, tidak ada pengamat siapapun," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin 24 Agustus 2009.
Kata Kapolri, informasi tersebut tak datang dari polisi. Tak ada informasi bahwa ada dua DPO Polri yang menyiapkan serangan pada Obama.
"Itu tidak pernah ada, pengamat mana yang bisa berani menyatakan hal seperti ini, saya tegaskan, saya sampaikan tidak ada," tambah dia.
Kata Kapolri, perburuan teroris yang dilakukan Polri tak melibatkan pengamat. "Timnya adalah kami sendiri, Kapolri dan pejabat terkait melakukan kajian dan evaluasi tentang pengungkapan dan penyidikan. Jadi tidak ada pengamat lain yang saya gunakan untuk mengungkap kasus-kasus teror bom, ini perlu saya klarifikasi," tambah dia.
Kapolri lantas meminta media tak begitu saja mempercayai pengamat. "Teman-teman pahami betul tentang beredarnya isu yang merugikan Polri," kata dia.
Sebelumnya dikabarkan ada rencana penyerangan dengan menggunakan sniper terhadap Presiden Amerika Serikat, barack Obama saat berkunjung ke Indonesia, November mendatang.
Selain itu, dikabarkan juga ada ada rencana untuk menyerang lokasi penyelenggaraan konferensi APEC di Singapura.