Nasional

Budayawan Malaysia Sesalkan Klaim Tari Pendet

Seharusnya seni dan budaya itu adalah bidang untuk menghubungkan, bukan merenggangkan.

Senin, 24 Agustus 2009, 11:15 WIB
Amril Amarullah
Tari Pendet, Bali (bali-trafel-live.com)

VIVAnews - Budayawan Malaysia Raja Ahmad Aminullah menyayangkan adanya klaim tarian pendet oleh Malaysia yang menjadi iklan pariwisata Malaysia.

Akibatnya, kedua negara saling bersitegang, yang seharusnya, menurut Raja Ahmad Aminullah seni dan budaya itu adalah bidang untuk menghubungkan, bukan merenggangkan.

"Saya pribadi merasa sedih dan kesal. Seni dan budaya seharusnya adalah bidang untuk menghubungkan, bukan merenggangkan. Kalau ada masalah, harus diselesaikan dengan kepala dingin," katanya dalam perbincangan di tvOne.

Namun demikian, Raja Ahmad Aminullah mengaku belum melihat iklan pariwisata Malaysia yang menunjukkan tari pendet sebagai bagian dari budaya mereka. Menurutnya, iklan pariwisata itu hanya diputar di luar negeri, dan bukan di Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, budayawan Indonesia Putu Wijaya menambahkan, kita memang harus menghadapinya dengan kepala dingin, tapi tidak ingin menjadi es.

"Kami tidak ingin berkelahi, tapi kalau ditantang apa boleh buat? Ini bukan pertama kalinya terjadi. Apa motivasi di balik semuanya? Apakah bisnis atau politis? Atau hanya keteledoran. Pemerintah bisa tenang, tapi rakyat tidak bisa kalau terus menerus diganggu seperti ini. Kami merasa diganggu," kata Putu Wijaya.

Seperti diketahui, ini bukan pertama kalinya Malaysia mengklaim kebudayaan Indonesia. Kebudayaan lain yang sempat diklaim antara lain, Reog Ponorogo, Angklung, Batik, dan lagu Rasa Sayange.

Menurut seniman Bali yang juga Rektor Institut Seni Indonesia (ISI), Wayan Dibia, peristiwa seperti ini bukan hal yang pertama terjadi. Bahkan, iklan pariwisata Malaysia menayangkan empat penari yang membawakan Tari Pendet itu dibuat di Bali.

Rekaman tarian itu, kata dia, direkam oleh Bali Record dengan mengambil lokasi di kebun raya Bedugul, Tabanan. "Itu direkam sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. Dan saya mengenal dua penari di depan itu bernama Lusia dan Wiwik yang juga alumni ISI Bali," kata Dibia di Denpasar, Sabtu, 22 Agustus lalu.

• VIVAnews
Rating
Komentar
firman
20/08/2010
rakyatnya udah pada semangat pemimpinnya melempem kaya kue apem...terlalu banyak pertimbangan..apa sich yang ditimbang bozz...semedinya kelamaan...200 juta lebih jumlah rakyatmu,tegakan kepala kami, jangan dibikin tunduk tanpa perlawanan..BANGUN SBY !!!!!
Balas   • Laporkan
visma
13/09/2009
sebenarnya bukan mengklaim tetapi membangkitkan semangat kita disatu sisi untuk melestarikan seni dan budaya atau sengaja memanasi hati kita supaya emosi dan mau menyambut dengan kemarahan, ego, kadang kala melemahkan bangsa kita didunia international ini
Balas   • Laporkan
elfazh....
24/08/2009
Hey MALINGSIA bisanya nyuri...masa budaya bangsa qita di "KLAIM" U... apa g malu toh.. harusnya NURDIN MTOP tuch yang U KLAIM sebagai PRODUK MALAYSIA.. Q g sudi !!!! LO BANGSA INDONESIA mengklaim NURDIN M TOP sebagai Produk INDONESIA...
Balas   • Laporkan
rizki
24/08/2009
Benar-benar aneh pendapat pemerintah Malaysia.. "Menurutnya, iklan pariwisata itu hanya diputar di luar negeri, dan bukan di Malaysia." (kata-kata diatas) => Coba pikirkan berarti ini semua semata-mata buat tujuan bisnis saja dan keuntungan hanya buat pe
Balas   • Laporkan
joko
24/08/2009
Itulah orang Indonesia... bodohnya minta ampun, punya budaya yang begitu tinggi dan exotic tapi tidak dirawat dan dilestarikan malah tenggelam dalam budaya pop amerika... giliran diklaim negara lain jadi sok pahlawan...
Balas   • Laporkan
syafar
24/08/2009
pemerintah indonesia itu kurang tegas..... sudah berapakali Malasia mengklaim seni/budaya indonesia itu sebagai milik nya. Seperti menginjak-injak martabat bangsa... jangan diam saja........!!!
Balas   • Laporkan
tun abdul rujak
24/08/2009
pemerintah Indonesia tidak tegas.. dan tidak becus dalam menanggapi ancaman dari luar.. !!karena ini sudah termasuk bentuk penghinaan karena seringnya mereka berbuat kurang ajar sama kita.. bikin APBN untuk beli alutsista seperti sukhoi plus dilengkapi se
Balas   • Laporkan
ufie
24/08/2009
malay tu pede abis c......dah tau jelas2 tari pendet dari negara qt, msh ngaku2 az... g pnya malu......
Balas   • Laporkan
krisn
24/08/2009
SEDUMUK BATUK SENYARI BUMI, RAWE-RAWE RANTANS MALANG-MALANG PUTUNG, GANYANG MALAYSIA, KAMI SIAP HANCUR LEBUR DEMI SANG MERAH PUTIH, TURUNKAN DENJAKA, KOPASSUS, PASKHAS, SAT GULTOR 81, DEN BRAVO DAN PASUKAN ELIT LAINNYA, KITA TUNJUKKAN PADA DUNIA, NUSANTA
Balas   • Laporkan
paijo
24/08/2009
Pak SBY mari kiata bergerak jangan baru sadar kalau kita sudah tinggal tulang... usir kedubes malaysia yang pura2 baik di bumi indonesia...padahal bagai parasit yang sedang menghisap kebudayaan kita.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ