Nasional
Kontroversi Tari Pendet

Boleh Tayang, Asal Tidak Klaim Milik Malaysia

Tarian Pendet merupakan seni budaya asli Bali.

Sabtu, 22 Agustus 2009, 14:13 WIB
Heri Susanto
Tari Pendet, Bali (bali-trafel-live.com)

VIVAnews - Direktur Promosi Luar Negeri, Ditjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), I Gde Pitana mengatakan, tari pendet dalam iklan Visit Malaysia Year dapat ditayangkan sepanjang seni budaya asli Bali itu tidak diklaim sebagai milik  Malaysia.

"Kita harus melihat konteks masalahnya," I Gde Pitana seperti disebutkan di website Menbudpar. Gde Pitana menjelaskan hal itu menyusul gencarnya pemberitaan mengenai digunakan tari pendet Bali dalam iklan  Visit Malaysia Year. 

Menurut dia, dalam iklan pariwisata kita juga sering tampilkan Barongsai, sebagai daya tarik bahwa di Indonesia juga ada atraksi Barongsai. Tetapi Indonesia tidak pernah mengklaim Barongsai itu milik Indonesia, melainkan seni budaya itu berasal dari Cina.

Dia mengungkapkan tarian Pendet merupakan seni budaya asli Bali dengan demikian Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)-nya adalah milik masyarakat Bali.
Mengenai perlindungan HAKI atau Intellectual Property Rights bidang seni budaya, Depbudpar bersama Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham)  telah melakukan nota kesepahaman (MoU).

Dengan adanya MoU itu masing-masing daerah rajin untuk mendaftarkan karya seni budaya baik milik perorangan atau masyarakat ke Depkumham untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Di penghujung tahun 2007 Malaysia pernah menggunakan lagu Rasa Sayange untuk jingle kampanye Visit Malaysia Year yang kemudian mendapat protes keras dari masyarakat Indonesia.

Terkait dengan hal itu Menteri Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia Rais Yatim dalam pertemuan dengan Menbudpar Jero Wacik ketika itu menegaskan bahwa Malaysia tidak pernah mengklaim lagu Rasa Sayange yang dijadikan jingle itu adalah milik Malaysia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
fakhry
06/05/2010
ada yang lain gak selain tari pendet
Balas   • Laporkan
putera garuda
26/08/2009
Mang dasar negara teroris kya nordin! senang bwt kekacauan! negara komunis, pembajak, pemuda indonesia siap berperang! malaysia harus dimusnahkan sesuai UUD 45! pak SBY udh dplih presiden lg jgn tinggal diam! dengarkan jeritan rakyat yg diprofokasi negara
Balas   • Laporkan
putera garuda
26/08/2009
Malaysia adalah negara pembajak! negara teroris seperti nordin m top! penjajah, negara munafik. indonesia jgn tinggal diam! putuskan aja hub diplomatik! pak SBY hrs tegas jgn diem j
Balas   • Laporkan
novee
25/08/2009
liat berita d Tv, Saung Angklung mang ujo pernah d twarin pindah k malaysia, wah wah ga kbayang belajar angklung hrs k malaysia ??
Balas   • Laporkan
novee
25/08/2009
liat berita d Tv, Saung Angklung mang ujo pernah d twarin pindah k malaysia, wah wah ga kbayang belajar angklung hrs k malaysia ??
Balas   • Laporkan
surya
25/08/2009
kembalikan tari pendetku
Balas   • Laporkan
rio
25/08/2009
@ bagong ia, saya jg kaget waktu liat ada gbr. wayang kulitnya. tapi ko ga diekspos ya? malaysia itu parah banget si, jangan gara2 heritage-less jadi nyuri2 budaya orang, pake dalih "kita kan negara serumpun pula"... rendang udah dicuri, tapi bat
Balas   • Laporkan
yupyupi
24/08/2009
malaysia, malaysia... emang maling sia! maunya apa coba???!!! udah jelas2 nyolong kebudayaan kita,masih aja ngeles bilang itu bukan salah dia... hu... hitut!!!
Balas   • Laporkan
toto
24/08/2009
lha gimana nggak njiplak, lagu kebagsaan mereka saja, itu kan bukan asli buatan orang malaysia, tapi buatan orang indonesia yang dibeli sama malaysia......
Balas   • Laporkan
indra
24/08/2009
Saya setuju dgn Bapak I gde, tapi walaupun malaysia tidak mengklaim tarian pendet dan wayang kita sebagai milki malysia, namun saya rasa ada aturan yg tidak memperbolehkan karya /seni negara lain tanpa ijin, alias hak paten dan hak-hak lainnya, namun dis
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ