Nasional

Rumah Muh Djahri Jadi Tujuan Wisata

Sebagian besar dari mereka mengaku penasaran dengan keberadaan dan kondisi rumah itu.

Jum'at, 21 Agustus 2009, 21:17 WIB
Hadi Suprapto
  (TV ONE)

VIVAnews - Meski penyergapan Detasemen Khusus Antiteror 88 di rumah Muh Djahri, di Kedu, Temanggung, sudah berlangsung dua pekan. Namun rumah itu masih banyak dikunjugi masyarakat.

Sebagian besar dari mereka mengaku penasaran dengan keberadaan dan kondisi rumah yang sempat menjadi tempat persembunyian teroris. 

Seperti dituturkan salah seorang tetangga dekat Djahri, Basuki, jumlah pengunjung yang ingin melihat dari dekat kondisi rumah itu tak kunjung berkurang.

Malah, kini pengunjung dari luar kota terus berdatangan. Di antaranya datang dari Jakarta, Bandung, Semarang, Kendal, Jepara, dan kota lainnya.

Sebagian besar pengunjung, Basuki mengatakan, mengaku penasaran dengan kondisi rumah tersebut pascapenyergapan teroris yang dilakukan Densus 88 beberapa waktu lalu. 

“Mereka ingin melihat seraca langsung rumah Muh Djahri, karena selama ini hanya melihat dari tayangan telivisi,” kata dia kepada VIVAnews, di Temanggung, Jumat, 21 Agustus 2009.

Senada dikatakan salah seorang petugas keamanan yang bertugas di pos penjagaan rumah Djahri, Iptu Pol Sumanto. Menurut dia, hampir setiap hari banyak pengunjung dari luar kota dan luar Jawa yang berdatangan, baik secara rombongan maupun individu. 

“Kemarin ada pengunjung dari luar Jawa, kalau tidak salah dari Palembang dan Padang. 
Mereka di sini hanya foto-foto di depan rumah ini,” kata Sumanto.

Seperti halnya dilakukan salah seorang pengunjung dari Tulungagung, Soeari. Menurutnya, foto ini sebagai bukti jika dirinya pernah berkunjung ke rumah Djahri. 

“Saya itu penarasan ingin melihat kondisi rumah Muh Djahri setelah ditembaki oleh Densus 88. Saya rela datang dari Tulungagung ke Temanggung,” katanya.

Banyaknya masyarakat yang berkunjung ke Beji, diakui Kepala Dusun Beji, Hartoyo, menyebabkan kas dusun menjadi bertambah sekitar Rp 4,5 juta. 

Uang tersebut berasal dari jasa parkir yang dibuka pemuda Karang Taruna Beji, Kedu, di sekitar rumah Djahri. “Parkir itu pertama kali dibuka 10 Agustus, sampai dengan tanggal 16 Agustus telah terkumpul Rp 4,5 juta. Nantinya, uang itu akan digunakan untuk kas dusun dan kas masjid,” kata Hartoyo. hadi.suprapto@vivanews.com


Laporan : Fajar Sodiq l Temanggung



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ