Nasional

Semester I, Penjualan Matahari Rp 5,9 T

Perseroan menargetkan penjualan bersih pada tahun ini meningkat 10-15 persen.

Rabu, 19 Agustus 2009, 09:32 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
  (madison.k12.ct.us)

VIVAnews - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membukukan penjualan bersih senilai Rp 5,979 triliun pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 5,184 triliun.

"Terjadi kenaikan sebesar 15 persen pada enam bulan pertama tahun ini," kata Vice President Corporate Communication Matahari Putra Prima Roy N Mandey usai penutupan Jakarta Great Sale (JGS) 2009 di Grand Indonesia Jakarta, Selasa malam, 18 Agustus 2009.

Dia mengatakan, kontribusi terbesar penjualan masih terletak pada department store atau hypermart dan Matahari Food Business (MFB) yang menguasai 95 persen, sisanya disumbang dari unit bisnis lain seperti Times Book Store.
 
"Penjualan semester satu telah hampir mencapai 50 persen dari target tahunan," tutur Roy.
 
Matahari menargetkan penjualan bersih pada tahun ini meningkat 10-15 persen menjadi Rp 13,2-13,5 triliun dari 2008 yang mencapai Rp 12 triliun. "Saya optimis, akhir tahun target kami akan tercapai," ujarnya.
 
Selain itu, pada semester pertama tahun ini posisi kas internal Matahari mencapai Rp 1,197 triliun.
 
Keoptimisan Roy terlihat dari naiknya penjualan unit bisnis Matahari selama Festival Jakarta Great Sale 2009 pada 18 Juli hingga 18 Agustus 2009. "Unit bisnis Matahari di Jakarta pada periode 1 hingga 31 Juli 2009 meningkat sebesar empat persen di department store dan delapan persen di MFB, dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya.
 
Kenaikan sebanyak empat persen terjadi di tujuh hypermart yang dipunyai Matahari, yang berlokasi di Kelapa Gading, Tanah Abang, Puri, Cibubur, Pejaten, Gajah Mada, dan Mega Glodok.
 
Roy menambahkan, jika digabungkan dengan unit bisnis di luar Jakarta, penjualan Juli di department store naik 15,58 persen dari semula Rp 505 miliar menjadi Rp 585 miliar. Sedangkan untuk MFB, naik sebesar 16,2 persen dari semula Rp 458 miliar menjadi Rp 530 miliar.
 

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ