VIVAnews - Bom bunuh diri yang meledak di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jumat 17 Juli 2009 membuktikan bahwa jaringan teroris Noordin M Top belum mati.
Selain punya dana cukup untuk menyewa kamar hotel mewah, jaringan Noordin juga punya uang untuk membuat bom, bahkan yang jumlahnya ratusan kilo untuk mengebom Istana Negara dan Cikeas.
Darimana pundi-pundi jaringan Noordin berasal? Kepolisian Malaysia, negara asal Noordin juga melakukan pelacakan. Namun, Kepala Kepolisian Malaysia, Jenderal Tan Sri Musa Hassan mengatakan pihaknya belum menerima informasi adanya dana dari sejumlah negara yang diduga terkait dengan Noordin M Top.
"Kami masih menunggu informasi dari patner kami di Indonesia," kata Musa Hassan, seperti dikutip laman New Strais Times, Sabtu 15 Agustus 2009.
Sebelumnya, analis dari Indonesia mengatakan Noordin menerima dana dari sejumlah negara tetangga Indonesia, termasuk Malaysia.
Musa Lantas menambahkan kepolisian Malaysia bekerjasama dengan Indonesia, saling tukar menukar informasi tentang Noordin M Top, terutama informasi di mana gembong teroris itu berada.
Selain saling bertukar informasi, Kepolisian Malaysia juga siap memberangkatkan pasukan, kapanpun pihak Indonesia membutuhkan untuk menangkap Noordin.
Meski dua pentolan teroris, Noordin M Top dan Dr Azahari berasal dari Malaysia, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengatakan tudingan bahwa Malaysia adalah tempat pelatihan para teroris, tak benar.
"Malaysia bukan lokasi pelatihan para teroris, itu mengapa Noordin Mat Top meninggalkan Malaysia lalu menuju ke Indonesia," kata Najib Razak dalam sebuah konferensi pers di Ampang, Malaysia, Minggu 9 Agustus 2009, seperti dimuat laman The Malaysian Insider, Senin 10 Agustus 2009.
Noordin diduga ada di belakang sejumlah aksi terorisme di Indonesia, termasuk Bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang.
Meski Ibrohim alias Boim jadi aktor utama peledakan JW Marriott dan Rotz Carlton, polisi menyatakan Noordin M Top sebagai mastermind aksi teror itu.
Jaringan Noordin bahkan merencanakan dua aksi teroris yang dasyat, peledakan Istana Negara dan kediaman Presiden Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Untungnya rencana ini digagalkan polisi dalam penggerebekan di Perumahan Puri Nusapala, Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih, Bekasi, Sabtu 8 Agustus 2009 dini hari.