Nasional

Arab Saudi Larang Warga Ahmadiyah Berhaji

Orang Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka merubah sikap.

Senin, 10 Agustus 2009, 15:59 WIB
Amril Amarullah
haji2 (Antara)

VIVAnews - Departemen Agama Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang warga Ahmadiyah untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun 2009 ini. Depag menganggap keyakinan mereka terhadap Islam dinilai sesat.

Larangan tersebut sebelumnya disampaikan pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia. Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi NTB Lalu Suhaimi Ismi, larangan warga Ahmadiyah menunaikan haji datang dari Saudi Arabia dan bukan dari pemerintah.

"Apa urusannya dengan jama'ah Ahmadiyah. Orang Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka merubah sikap dan kembali kepada ajaran Islam yang benar," kata Lalu Suhaimi kepada wartawan di Mataram Senin 10 Agustus 2009.

Keberadaan jama'ah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat terutama di Lombok hingga saat ini diakuinya masih ada. Bahkan pihak pemerintah NTB sudah membentuk tim untuk mengajak warga Ahmadiyah itu kembali ke ajaran Islam. 

Meski demikian Departemen Agama tidak melakukan proteksi jika ada warga Ahmadiyah yang mendaftar menunaikan haji. "Kalau mereka mengaku-ngaku sama artinya mereka membohongi diri dong.Kita tidak memproteksi mereka karena sifatnya nurani saja," ujarnya.

Dia menambahkan jumlah quota haji untuk NTB tahun ini mencapai 4449 orang. Jumlah itu dinilai masih bisa bertambah. Banyaknya  orang yang berangkat haji dari NTB kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh jam'ah Ahmadiyah untuk menunaikan haji. Karena itu Departemen Agama tetap akan mengawasinya.

Jumlah pengikut jama'ah Ahmadiyah di Kota Mataram saat ini diperkirakan mencapai  137 orang mereka ditampung di asrama transito Majeluk Mataram. Sebelumnya Gubernur NTB KH. Muhammad Zainul Majdi pernah meminta warga Ahmadiyah merubah sikap mereka.

Laporan: Edy Gustan | Mataram

• VIVAnews
Rating
Komentar
Idrus
22/08/2009
Asw'Semoga kita dapat berpikir bersih, berita menunjukan fitnah terhadap ahmadiyah menjadi suatu bukti tidak benar, artinya orang-orang ahmadiyah menjalankan rukun islam yaitu haji ke mekah, tidak ke tempat yang lainnya.Masalah pengakuan orang ahmdiyah a
Balas   • Laporkan
husin
19/08/2009
Orang Islam adalah yang meyakini di dalam hati ; "Aku bersaksi tidak ada tuhan (yang disembah) selain Allah, Aku bersaksi Muhammad (bin Abdullah) adalah Utusan Allah, Tidak ada Nabi setelahnya. Al Qur'an adalah Kitabullah. Kalau antum meyakini Ghulam Ahma
Balas   • Laporkan
ahmed
12/08/2009
Ingat, Haji hanya ditujukan kepada umat muslim sesungguhnya (pengikut Muhammad Rasulullah SAW) Nabi terakhir umat Islam, bukan kepada pengikut Si Mirza Ghulam Ahmad
Balas   • Laporkan
unah
11/08/2009
Berita ini bukti kuat bahwa Ahmadiyah selalu di fitnah berhaji ke Parung, Qadian atau Rabwah. Dan bukti kuat pula bahwa ulama lah yang membuat agama Ahmadiyah, yaitu beragama Ahmadiyah, berhaji ke Qadian, Rabwah dan Parung, berkitab Tazkirah, bernabi Mirz
Balas   • Laporkan
Ardie
11/08/2009
@Dede, maaf mas, cuma orang Islam yg di izinkan menunaikan ibadah haji. Klo cuma mengaku2 Islam tp punya nabi yg lain, ya jelas ga boleh.
Balas   • Laporkan
Dede Kurnia
10/08/2009
Aneh... memang dunia ini. tuduhan2 terhadap ahmadiyah begitu banyak diantaranya Ahmadiyah bernaik haji ke Parung, Pakistan/Rabwah ini di ungkapkan ulama2 yg merasa dirinya pengikut Rasulullah SAW. tapi sekarang ketika seorang Ahmadiyah ingin membuktikan b
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ