VIVAnews - Polisi dengan kekuatan penuh menggrebek sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2009. Polisi menembak mati seorang pria yang berada di dalam rumah tersebut, diduga orang tersebut adalah Noordin M Top, gembong teroris wahid.
Informasi apakah benar yang ditembak mati polisi itu Noordin, tak jelas. Laman berita Al Jazeera memuat informasi bahwa orang yang tewas di Temanggung itu bukan Noordin M Top.
"Dia [Noordin] belum mati, tes DNA membuktikan bahwa jenazah tersebut bukan Noordin M Top," kata Kepala Pusat Penelitian Kekerassan dan Teroris Singapura, Rohan Gunaratna kepada Al Jazeera.
Gunaratna mengaku mendapatkan informasi sumber yang menginvestigasi kasus ini dan tahu proses pencocokan DNA. "Sepertinya beberapa hari ke depan Noordin akan diburu," tambah dia, Sabtu 8 Agustus 2009.
Pria diduga Noordin M Top dilumpuhkan dalam waktu belasan jam. Puluhan polisi menggrebek rumah yang diduga jadi persembunyian Noordin dari semua sisi rumah. Tak hanya berondongan peluru, polisi mengebom rumah itu dengan bom berdaya ledak rendah, sampai lima kali.
Pria yang mengaku sebagai Noordin itu lalu terdesak hingga kamar mandi, dan akhirnya tewas dalam kondisi mengenaskan. Seperti dimuat Al Jazeera, saksi mata mengatakan setidaknya dua kantung mayat dipindahkan dari dalam rumah, lalu diterbangkan ke Jakarta.
"Tes DNA [Noordin] tak cocok dengan jenazah yang ditemukan," kata Gunaratna.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menolak memastikan teroris yang dibekuk di Beji adalah Noordin. Kepastian, kata dia, baru bisa dikeluarkan setelah ada hasil tes DNA.
VIVAnews, Sabtu, 8 Juli 2009, menerima kiriman foto yang diklaim oleh pengirim sebagai kepala teroris “Noordin M Top”. Foto dengan badan tidak utuh, posisi setengah badan dengan kepala hancur sama sekali tidak ada kemiripan dengan foto dan sketsa Noordin M Top yang selama ini beredar di berbagai tempat.
Dalam foto tersebut, setengah kepala hancur mulai jidat ke belakang. Wajah dengan kulit bersih, kepala agak lonjong, mengenakan pakaian warna biru. Di leher tampak mengenakan kalung warna biru. Bagian leher jenjang, tidak segemuk leher Noordin yang tampak di foto dan sketsa yang beredar.