Nasional
Jelang kedatangan jasad Noordin

Pengamanan di RS Polri Diperketat

Polisi saat ini tengah memasang garis polisi di sekitar ruang forensik RS Polri.

Sabtu, 8 Agustus 2009, 13:25 WIB
Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
Penggerebekan Rumah 'Noordin M Top' (TV ONE)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Rumah Sakit Polri semakin meningkatkan pengamanan menjelang datangnya jasad Noordin M Top dari Temanggung, Jawa Tengah. Wartawan dan pengunjung dilarang untuk mendekat ruang forensik yang akan digunakan untuk mengidentifikasi jasad Noordin.

Pantauan VIVAnews, polisi saat ini tengah memasang garis polisi di sekitar ruang forensik RS Polri, Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2009. Garis polisi dipasang sekitar 5 meter dari ruang forensik.

Kabarnya, jasad Noordin M Top akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah pada pukul 14.00. Nantinya, jasad Noordin M Top akan dijadikan satu lokasi dengan dua jasad teroris lainnya.

Seperti dilaporkan, sejak Jumat sore, polisi menggerebek sebuah rumah di Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Rumah itu diduga dihuni Noordin M Top.

Setelah sekitar 17 jam, polisi akhirnya berhasil menewaskan orang yang diduga sebagai buronan paling dicari itu. Noordin diduga tewas saat polisi berupaya meledakkan rumah tersebut dan menembaki kamar mandi, tempat Noordin berada.

Pada Sabtu dinihari tadi, polisi juga menggerebek sebuah rumah di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Rumah itu dihuni oleh pria yang mengaku sebagai Ahmad Ferry.

Dalam penggerebakan itu, polisi berhasil meledakkan sebuah bom dan sempat terjadi kontak senjata dengan penghuni rumah. Dua orang tewas dan lima orang ditangkap.

Sumber VIVAnews mengungkapkan bahwa barang-barang yang berhasil diamankan dari rumah itu tampaknya adalah bahan peledak maupun barang berbahaya.
   
Polisi menduga bahwa komplotan yang dibekuk di Bekasi ini terkait dengan serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta 17 Juli lalu. Mereka pun dicurigai akan melakukan serangan bom di bulan Agustus. Rumah yang digerebek itu sampai Sabtu pagi masih diperiksa oleh Densus 88, tim penjinak bom, dan Puslabfor Polri.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ