VIVAnews - Sejumlah warga di sekitar rumah yang diserbu polisi anti teror di Jati Asih, Bekasi, Sabtu dini hari 8 Agustus 2009, mengaku sudah lama curiga dengan orang yang mengontrak rumah itu. Menurut ketua RT setempat, pengontrak mengaku bernama Ahmad Ferry.
Indra Budiman, warga blok D8, RT 04/RW 12, Perumahan Puri Nusapala, Jati Asih, mengaku bahwa dia dan sejumlah tetangga curiga dengan perilaku Ahmad, yang baru mengontrak rumah itu sekitar satu bulan lalu. "Gorden jendela rumahnya selalu tertutup. Aktivitas di rumah itu baru berlangsung setiap malam saat dia dikunjungi teman-temannya," kata Indra kepada VIVAnews.
Pria berusia 40 tahun itu juga mengungkapkan kebiasaan aneh si penghuni rumah. "Sering kami pergoki dia masuk ke rumah lewat jendela. Kalau ditanya, dia menjawab kunci pintu ketinggalan di dalam rumah," kata Indra.
Selain itu, Ahmad dipantau tidak pernah terlihat shalat di mesjid dekat rumah. "Gelagat tetangga baru itu membuat kami curiga. Dia tidak pernah menjalin komunikasi dengan tetangga," kata Indra.
Sebelumnya, Ketua RT04, Sundoyo, mengungkapkan bahwa Ahmad pernah mengaku punya proyek di Cibubur. Seminggu sebelum penyerbuan, polisi sudah meminta data dan fotokopi Ahmad Ferry.
Dalam serangan itu, polisi berhasil meledakkan sebuah bom dan sempat terjadi kontak senjata dengan penghuni rumah. Dua orang tewas dan lima orang ditangkap.
Sumber VIVAnews mengungkapkan bahwa barang-barang yang berhasil diamankan dari rumah itu tampaknya adalah bahan peledak maupun barang berbahaya.
Polisi menduga bahwa komplotan yang dibekuk di Bekasi ini terkait dengan serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta 17 Juli lalu. Mereka pun dicurigai akan melakukan serangan bom di bulan Agustus. Rumah yang digerebek itu sampai Sabtu pagi masih diperiksa oleh Densus 88, tim penjinak bom, dan Puslabfor Polri.