VIVAnews - Pasca kejadian teror di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jumat 17 Juli 2009, polisi makin menggiatkan perburuan teroris. Orang-orang yang diduga terkait atau tahu soal jaringan terorisme, ditangkap.
Salah satunya, Suryana alias Yayan (28). Warga Kampung Mangga, RT 14 RW 3 No 2, Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara.
Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna membenarkan Yayan sedang dalam penangkapan polisi. Mengapa? Keterlibatan Yayan itu yang sekarang kita kembangkan. Coba dilihat sejauh mana dia terlibat," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 7 Agustus 2009.
"Sampai sejauh mana kita menunggu hasilnya, apakah yang bersangkutan ada keterlibatan dengan jaringan yang di Marriott atau dengan jaringan yang lain," tambah dia.
Yayan ditangkap pada Rabu 5 Agustus 2009, sekitar pukul 16.30 WIB. Dia diambil paksa oleh sepuluh orang yang menggunakan motor, yang belakangan diketahui anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror.
Keluarga mengaku tak tahu keberadaan Yayan pasca ditangkap. "Keluarga ingin tahu di mana keberadaannya. Meski dia memang bersalah," ujar ibu Yayan, Marsinah Kamis 6 Agustus 2009. Saat Yayan ditangkap, di rumah hanya ada ibunya dan Maryani, istri ketua RT setempat.
Kedua wanita itu bahkan telibat aksi saling tarik menarik saat Yayan hendak dibawa. Keributan ini lalu diketahui anggota TNI AL berpangkat Prajurit Kepala bernama Budi, yang mengontrak di lantai dua rumah Yayan.
Menurut Suryadi, 52 tahun, Ketua RT setempat, Budi sempat menerima pukulan saat dirinya meminta petugas menunjukan surat penangkapan terhadap Yayan. Budi juga ikut dibawa petugas, namun di tengah jalan, Budi ditinggalkan setelah mengaku sebagai anggota TNI. Budi kemudian melaporkan kejadian ini kepada pimpinannya.
Akibat penangkapan ini, Saripudin, ayah pria yang bekerja sebagai koki di hotel megah di Jakarta itu bahkan mengalami serangan jantung.
Di tempat tinggalnya, Yayan dikenal sebagai orang yang baik dan tidak gerak-gerik yang mencurigakan dari dirinya. "Tidak ada yang mecurigakan dari Yayan dan dia tidak pernah ikut organisasi apapun," kata tetangganya, Suryadi.