Nasional
Bom Bunuh Diri di Marriott dan Ritz Carlton

Perampok Aceh Diduga Danai Pemboman Jakarta

Salah satu perampok pernah ditahan satu sel dengan kurir Noordin M Top. Adakah kaitannya?

Jum'at, 7 Agustus 2009, 09:23 WIB
Elin Yunita Kristanti
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (Wenny Gusmarda (ANTV))

VIVAnews - Noordin M Top memang 'top', gembong teroris asal Malaysia ini mampu merekrut simpatisan di berbagai wilayah Indonesia, dari pelosok Pulau Jawa sampai pucuk Sumatera, Aceh.

Polisi Aceh saat ini sedang mengintensifkan pemeriksaan pada Safrizal Safwan, seorang perampok bank asal Bireun, Aceh. Dia adalah satu dari empat komplotan perampok Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kutablang di Aceh Juni 2009 lalu.

Safrizal menyerahkan diri ke polisi 4 Juni lalu diantar keluarganya dengan membawa barang bukti sepucuk pistol berjenis FN. Polisi menduga ada kaitan antara pengurus pengajian itu dengan kelompok Jamaah Islamiyah.

Meski Safrizal menolak keterkaitannya dengan jaringan Noordin M Top, polisi justru meyakini uang hasil rampokan yang dibawa tiga anggota komplotan perampok digunakan untuk mendanai bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009 lalu, yang didalangi Noordin.

Mengapa Safrizal dikaitkan dengan Noordin M Top? Seperti dimuat laman Straits Times, Safrizal dekat dengan Fadli Sadama, pimpinan sel Noordin yang terlibat dalam perampokan pada 2003.

Safrizal dan Fadli adalah teman satu sel ketika keduanya dipenjara di Lapas Tanjung Gusta, Aceh antara tahun 2003 sampai 2006.

Fadli, yang pernah bertugas sebagai kurir Noordin, baru-baru ini ditangkap dalam kasus perdagangan obat terlarang. Dia mengaku memberi Safrizal senjata yang digunakan untuk merampok bank, namun dia membantah telah mengenalkan Syafrizal ke Noordin.

Menurut Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan,  Ansyaad Mbai, perampokan di Aceh adalah petunjuk menuju Noordin.

"Orang-orang itu adalah payung Noordin, uang dari perampokan di Aceh diduga sumber pendanaan pemboman, itu yang sedang kita telusiri," kata Ansyad Mbai kepada The Straits Times.

Para analis mengatakan kunci kesuksesan Noordin adalah kemampuannya merekrut simpatisan dan mendesentralisasikan jaringan atau sel-sel organisasinya.

"Strategi Noordin adalah memiliki banyak sel yang tidak saling berhubungan dalam rencana yang dia sebut sebagai 'jihad'. Jika ada kelompok yang ceroboh atau dihentikan aparat, tak mempengaruhi rencana keseluruhan," kata pengamat teroris dari The International Crisis Group, Sidney Jones.

Noordin juga licin, dia mampu menemukan lokasi-lokasi persembunyian yang luput dari jangkauan aparat. Dia mendapatkan dukungan dari penduduk pedesaan dan beberapa pesantren yang ada kaitannya dengan Jamaah Islamiyah.

Cara tersebut sukses, sebab untuk beberapa orang di pedesaan, dia adalah 'pahlawan, karena berani menghadapi Barat.

Berita Terfavorit:
1. Mengapa Prita Sudi Damai dengan RS Omni
2. Makam WS Rendra di Atas Makam Mbah Surip
3. Fakta Kecurangan Pilpres Versi Kubu Megawati
4. Liverpool Terancam Kehilangan Pemain Lagi
5. Jose Mourinho Ngotot Minta Playmaker

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ