Nasional
Tahan Bantuan Medis

Presiden Tegur Bea Cukai Belawan

Ini teguran SBY yang kedua kalinya kepada Bea Cukai Pelabuhan Belawan.

Kamis, 6 Agustus 2009, 15:53 WIB
Umi Kalsum
Presiden Yudhoyono (ANTARA/Rumgapres-Haryanto)

VIVAnews - Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono terang-terangan menyampaikan kekecewaannya terhadap petugas Bea Cukai Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, yang masih menahan bantuan peralatan medis dari Jerman. Bantuan itu seyogyanya ditujukan untuk Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh.

"Saya minta kepada Sekretaris Kabinet, Menteri Keuangan dan Direktorat Bea dan cukai mencari tahu kenapa," kata Yudhoyono saat memberikan sambutan pada peresmian Bandara Internasional Sultan iskandar Muda, Aceh besar, Kamis, 6 Agustus 2009. 

Menurut Yudhoyono pada saat masa tanggap darurat tsunami Aceh, pihak pelabuhan belawan Medan juga pernah melakukan hal yang sama dan dia juga pernah menegur mereka.

"Saya dulu pernah marah kepada beacukai, kita harus bisa membedakan mana barang seludupan dan mana barang bantuan kemanusian untuk menyelamatkan jiwa saudara kita," sebutnya.

Yudhoyono juga meminta pemerintah Aceh untuk segera menyelesaikan persoalan itu. Selain itu, dia juga meminta kementerian terkait dappat mempercepat pelepasan alat bantuan medis tersebut.

"Coba dicek belum tentu Bea Cukai belawan salah, kalau ada surat yang belum dilengkapi ya dilengkapi, yang lalai harus mendapatkan sanksi," ujarnya.

Sebelas kontainer berisi peralatan medis Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh kini ditahan pihak bea cukai di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Penahanan dilakukan  sejak awal Juli lalu. Bea cukai menuntut biaya masuk atas barang hibah tersebut sebesar Rp 5 miliar.

Laporan Muhammad Riza | Banda Aceh



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
artdo
06/08/2009
saya setuju.. sebaiknya para petugas memang harus benar2 bisa memilah-milah antar barang slundupan ataupun barang legal. karena bila seperti alat2 medis seperti hal tersebut sudah mencangkup atau membawa nyawa seseorng bahkan banyak orang. jadi untuk pe
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ