VIVAnews - Dua pekan lebih berlalu pasca peristiwa bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Jumat 17 Juli 2009. Namun, rasa sedih, luka, dan amarah tak mudah terhapus begitu saja.
Sekitar 40 ekspatriat Australia di Jakarta pada Minggu 2 Agustus 2009 mengadakan acara sarapan bersama untuk mengenang tiga rekannya yang tewas dalam tragedi itu, Craig Senger, Nathan Verity, dan Garth McEvoy. Acara dilakukan di tempat tiga pebisnis asal negeri kanguru itu tewas, di Hotel JW Marriott Jakarta.
Tak hanya sekedar mengenang, berkumpulnya para ekspatriat ini adalah simbol tantangan pada para teroris.
Para peserta mengenakan pita merah dan hitam di dada mereka, sebagai simbol kebulatan tekad bahwa kehidupan mereka tak akan berubah gara-gara aksi teroris brutal. Mereka bertekad tetap tinggal dan berbisnis di Indonesia.
Salah satu peserta, Nick Day, berdiri dan menari diiringi band. Pria asal Adelaide itu mengatakan aksinya adalah salah satu bentuk tantangan pada teroris Indonesia.
"Kami ingin memberitahu pada semua orang, kami tidak takut!," kata Nick Day, seperti dikutip laman News.com.au, Senin 3 Agustus 2009.
"Apapun yang kalian [teroris] lakukan. Kami akan terus, kami tidak akan berhenti. Kami tidak akan hanya tinggal di rumah. Kami tidak akan takut, kami terus,"
Warga Australia yang lama tinggal di Indonesia Steve Barber, yang juga saksi Bom Bali 2002 dan 2005 memberi kenangan khusus pada rekannya, Craig Senger.
"Sahabat saya sudah pergi beberapa minggu lalu, saya kemari menghormati Craig," tambah dia.
Selain itu, kata Barber, kedatangan rombongannya ke Marriott adalah untuk menyemangati para staf hotel. "Banyak orang Indonesia yang bekerja di sini. Mereka bekerja untuk hidup mereka, mereka harus terus bekerja, saya kira mereka gembira melihat kami kembali ke tempat mereka bekerja," tambah Barber.
Bom meledak dalam waktu hampir bersamaan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jumat pagi. Sembilan orang, termasuk dua pelaku bom bunuh diri, tewas. Sementara puluhan lainnya luka-luka.
Diduga kuat, bom bunuh diri di Marriott menyasar pertemuan pengusaha yang digelar di Longue Hotel JW Marriott, yang rutin dilakukan setiap Jumat pada pukul 7.00-9.00.
Sebuah pernyataan yang mengatasnamakan Noordin M Top beredar di internet. Dalam pernyataannya, Noordin mengaku bahwa bom tersebut memang ditujukan bagi 'KADIN [Kamar Dagang dan Industri] Amerika yang saat itu sedang mengadakan pertemuan di Hotel JW Marriott.
"Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo'idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW Marriott, pada hari Jumat pagi yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap "KADIN Amerika" di Hotel tersebut."
Pernyataan itu muncul dalam keterangan resmi Tandzim Al Qo'idah Indonesia atas Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah atas bom yang meledak di JW Marriott seperti dikutip dari sebuah situs internet, Rabu 29 Juli 2009.