VIVAnews - Maruto Jati Sulistyono. Pria itu disebut-sebut sebagai anggota jaringan teroris pimpinan Noordin M Top. Ia hilang sejak 2006.
Maruto masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO. Bahkan, namanya kerap disebut sebagai perekrut anggota teroris sekaligus dokter pribadi Noordin M Top.
Dugaan keterlibatan Maruto dalam jaringan teroris itu membuat sang ibu, Sri Mulyani, syok. "Maruto hilang, tau-tau kok ada berita seperti itu. Mudah-mudahan anak saya diberi kekuatan," ujarnya dalam sebuah perbincangan yang ditayangkan TVone, Minggu malam, 2 Agustus 2009.
Sebagai seorang ibu, Sri Mulyani tak kuasa menahan rasa rindunya untuk Maruto. Dengan isak tangis ia kemudian menyampaikan pesan kepada Maruto agar segera pulang. "Anak saya Maruto yang saya sayangi, pulanglah Maruto. Astagfirullah... Kamu di mana le (nak), pulanglah, ibu sudah kangen...," ujar Sri sambil sesenggukan.
Sebelumnya, Sri Mulyani juga mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar memberi jaminan keselamatan jika suatu saat Maruto menyerahkan diri. Sebab, sebelum menghilang, Maruto sempat mengutarakan ketakutannya terhadap polisi. (baca: Versi Lengkap Surat Ibunda Maruto ke SBY)
Maruto menghilang setelah namanya dikaitkan dengan teroris. Ia lari dari rumah lantaran takut mengalami kekerasan oleh aparat. Maruto merasa polisi akan menyiksanya saat meminta keterangan.
Maruto merupakan warga RT 19 RW 9 Dusun Pakisan, Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia sempat mengenyam pendidikan di fakultas kedokteran sebuah universitas swasta di Semarang, namun, tak lulus.