VIVAnews - Berita yang mengkait-kaitkan Nur Said, pria asal Temanggung, Jawa Tengah, dengan pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jakarta, membuat keluarganya terpukul berat.
Terutama istri Nur Said, Dwi Prastiwi, 31 tahun, yang menetap di Klaten, Jawa Tengah. Rumah Prastiwi di Dusun Tempel RT 18 RW 7 Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan.
"Meski suami lama tak pulang ke rumah, hal itu bukan berarti dia bisa dikaitkan begitu saja dengan aksi teror bom itu," kata Prastiwi. Semenjak suaminya banyak disebut di media massa dan dikait-kaitkan dengan bom di dua hotel itu, rumahnya menjadi ramai.
Mertua Nur Said, Siti Lestari juga ikut sedih bukan main dengan adanya berita-berita yang mengarahkan Nur Said sebagai pelaku bom bunuh diri itu.
Siti Lestari tidak percaya menantunya yang selama ini dikenalnya secara baik dan taat beribadah itu ikut melakukan teror. Siti mengatakan sudah lama tidak tahu kabar Nur Said yang lulusan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kabar terakhir yang pernah Siti dengar Nur Sahid pernah tinggal di Semarang dan bekerja sebagai tukang kunci.
Siti bertemu untuk terakhir kalinya sekitar tiga tahun lalu ketika sama-sama pulang ke Klaten bersama dua anaknya. "Itu pun Cuma sehari dan Nur Sahid pergi lagi." tuturnya. Sebelumnya polisi menduga salah satu jenazah yang ditemukan di tempat kejadian perkara adalah Nur Sahid.
Untuk memastikannya polisi melakukan uji deoxyribonucleic acid (DNA) dengan orangtua Nur Sahid, yaitu pasangan M Nasir, 60 tahun, dan Tuminem, 57 tahun. Tapi ternyata hasilnya tidak cocok. Berarti jenazah itu bukan Nur Sahid. Hanya saja, sampai sekarang, baik polisi, maupun keluarga tidak ada yang tahu dimana Nur Sahid berada.