Nasional
Siswa SMA Tewas Usai Ospek

Polisi: Kematian Wajar, Kasus Dihentikan

Kasus kematian Roy Aditya Perkasa pun dihentikan.

Sabtu, 1 Agustus 2009, 15:54 WIB
Ismoko Widjaya
Kekerasan Anak di Sekolah (corbis.com)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Misteri kematian Roy Aditya Perkasa (14) siswa SMAN 16 Surabaya yang meninggal saat mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) terkuak. Dalam keterangannya, Polres Surabaya Timur menyatakan kematian anak bungsu dari tiga bersaudara itu meninggal dengan wajar.

"Berdasar hasil outopsi tim RSU Dr Soetomo Surabaya, disebutkan ada tumor jenis campuran pada jaringan jantung, yang berakibat kematian. Jadi kematiannya adalah wajar," kata Kapolres Surabaya Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi, Samudi, Sabtu, 1 Agustus 2009.

Lebih jauh dijelaskan, dari hasil outosi itu, tumor yang bersarang di bagian jantung mengakibatkan perubahan pada jaringan organ dan kemudian berakibat kematian. Tumor yang merenggut kematian itu terlihat dari perubahan warna putih pada jantung sebelah kiri.

Dan akibat perubahan lainnya terjadi pada jaringan elastis. "Hasil outopsi, karena radang dan pengecilan paru-paru. Terlihat warna merah pada kelenjar ludah, jantung sebelah kiri mengalami pembesaran dan berwarna putih," lanjut Samudi.

Hasil outopsi terlampir bukti hasil outopsi luar. Yakni perubahan kuku dan bibir yang berwarna biru. Itu membuktikan karena kekurangan oksigen. Dari ciri itu dinyatakan sebagai gagal jantung.

"Jadi, kematiannya wajar. Tidak ada hubungannya dengan MOS," pungkas Samudi, sambil menunjukan Surat Penghentian Proses Penyidikan (SP3).

Laporan : Tudji Martudji | Surabaya

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ