VIVAnews - Gembong terorisme Noordin M Top jadi objek utama perburuan polisi pasca ledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 7 Juli 2009. Demam perburuan Noordin menular, masyarakat jadi merasa buron teroris nomor wahid itu ada di sekitar mereka.
Seorang mahasiswa ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Mataram bernama Heru, misalnya, dia mengaku melihat Noordin M Top berkeliaran di Kota Mataram. Sontak, Heru pun langsung mendatangi kantor Kepolisian Resor Mataram.
Meski belum jelas apakah orang yang Heru lihat adalah Noordin M Top, polisi menanggapi serius laporan pria 28 tahun itu. Heru lantas menjalani pemeriksaan polisi selama hampir dua jam diruang identifikasi Polres Mataram.
Usai pemeriksaan, sempat memberi pernyataan pada wartawan. "Saya bertemu seorang yang saya duga mirip Noordin M Top saat berada di warnet di depan kampus Universitas Mataram," kata Heru di Mataram Kamis 30 Juli 2009.
Heru lalu mencoba menggambarkan orang yang dia kira sebagai Noordin M Top. Kata dia, orang tersebut tampak gelisah sambil mengirim sesuatu melalui internet. "Dia terlihat memperbaiki headset-nya dan tampak serius serta gelisah," kata Heru.
Sayangnya, belum sempat Heru menceritakan lebih mengenai identitas orang yang dilihatnya, polisi langsung membawa Heru kembali masuk ke ruangan.
Tak cukup diperiksa di Polres, polisi langsung membawa polisi ke kantor Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Saat ini Heru tengah diperiksa secara intensif petugas Kepolisian Daerah NTB. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan Heru tersebut.
Sementara, Kapolres Mataram Ajun Komisaris Besar Polisi Triono Pujono Basuki mengatakan tidak bisa memberi keterangan terkait laporan Heru itu. "Saya tidak bisa memberikan keterangan karena itu ranah Densus 88. Setelah dimintai keterangan pelapor dibawa ke Polda," kata Triono.
Selain keterangan Heru yang mengaku melihat Noordin M Top, informasi mengenai keberadaan teroris di NTB santer terdengar sejak kemarin.
Wartawan di NTB pun sempat dibuat sibuk dengan informasi keberadaan Noordin M Top di Kabupaten Bima. Informasi itu beredar via SMS. Namun setelah dilacak informasi tersebut ternyata tidak terbukti.
Laporan: Edy Gustan| Mataram