Nasional
Bom Bunuh Diri di Marriott dan Ritz Carlton

"Saya Bertemu Noordin M Top di Warnet"

Mahasiswa Mataram mengaku bertemu Noordin di warnet depan kampusnya. Mungkinkah?

Kamis, 30 Juli 2009, 11:42 WIB
Elin Yunita Kristanti
Noordin M Top (Polri)

VIVAnews - Gembong terorisme Noordin M Top jadi objek utama perburuan polisi pasca ledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 7 Juli 2009. Demam perburuan Noordin menular, masyarakat jadi merasa buron teroris nomor wahid itu ada di sekitar mereka.

Seorang mahasiswa ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Mataram bernama Heru, misalnya, dia mengaku melihat Noordin M Top berkeliaran di Kota Mataram. Sontak, Heru pun langsung mendatangi kantor Kepolisian Resor Mataram.

Meski belum jelas apakah orang yang Heru lihat adalah Noordin M Top, polisi menanggapi serius laporan pria 28 tahun itu. Heru lantas menjalani pemeriksaan polisi selama hampir dua jam diruang identifikasi Polres Mataram.

Usai pemeriksaan, sempat memberi pernyataan pada wartawan. "Saya bertemu seorang yang saya duga mirip Noordin M Top saat berada di warnet di depan kampus Universitas Mataram," kata Heru di Mataram Kamis 30 Juli 2009.

Heru lalu mencoba menggambarkan orang yang dia kira sebagai Noordin M Top. Kata dia, orang tersebut tampak gelisah sambil mengirim sesuatu melalui internet. "Dia terlihat memperbaiki headset-nya dan tampak serius serta gelisah," kata Heru.

Sayangnya, belum sempat Heru menceritakan lebih mengenai  identitas orang yang dilihatnya, polisi langsung membawa Heru kembali masuk ke ruangan.

Tak cukup diperiksa di Polres, polisi  langsung membawa polisi ke kantor Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.  Saat ini Heru tengah diperiksa secara intensif petugas Kepolisian Daerah NTB. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan Heru tersebut.

Sementara, Kapolres Mataram Ajun Komisaris Besar Polisi Triono Pujono Basuki mengatakan tidak bisa memberi keterangan terkait laporan Heru itu. "Saya tidak bisa memberikan keterangan karena itu ranah Densus 88. Setelah dimintai keterangan pelapor dibawa ke Polda," kata Triono.

Selain keterangan Heru yang mengaku melihat Noordin M Top, informasi mengenai keberadaan teroris di NTB santer terdengar sejak kemarin.

Wartawan di NTB pun sempat dibuat sibuk dengan informasi keberadaan Noordin M Top di Kabupaten Bima. Informasi itu beredar via SMS. Namun setelah dilacak informasi tersebut ternyata tidak terbukti.

Laporan: Edy Gustan| Mataram

• VIVAnews
Rating
Komentar
vladimir
30/07/2009
Yang lebih cerdas adalah mengidentifikasi faktor penyebab munculnya terorisme dan mencari solusinya.......Menurutku faktor munculnya terorisme: 1. Barat/kaum kafir pada umumnya memerangi, menghinakan dan menjajah umat Islam (Palestin, Afganistan, Pakist
Balas   • Laporkan
bhison
30/07/2009
Kalo lapor ke Polisi,hilang tuh target apalagi polisi msh tanya ini-itu, ketak ketik pake mesin ketik tua.laporan siap "target" sdh ngacir jauh! Tangkep aja, bwa kekantor polisi. Kalo salah, minta maaf n ajak makan /minum es klapa muda.
Balas   • Laporkan
joko
30/07/2009
langsung disergap aja, kalo salah ya minta maap
Balas   • Laporkan
triyono
30/07/2009
langsung tangkap saja tu nordin m.top.klau salah tangkap tu resiko dan dilepas saja wong bukan yang dimaksudsaya doakansmoga segera ditangkap agar negara indonesia yang kita cintai ini tentram dan damai amin
Balas   • Laporkan
budi
30/07/2009
Langsung sergap aja tuh tersangka nurdin. Kan klo salah tangkap tinggal di lepas aja, namanya juga usaha.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ