Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Pernyataan Noordin M Top bahwa ia bertanggung jawab atas ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton diragukan pimpinan ponpes Al Mukmin, Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir. Ia masih bersikukuh bom Mega Kuningan permainan agen-agen CIA, Amerika Serikat untuk mendiskreditkan Islam.
Laman yang beralamat di http://mediaislam-bushro.blogspot.com itu memposting pernyataan orang yang mengaku Noordin. Namun di laman itu nama Noordin ditulis Nur Din bin Muhammad Top.
Dalam pernyataannya ia bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Bom bunuh diri di dua hotel ini menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang lainnya.
Keraguan Ba'asyir disampaikan di sela kegiatan dakwahnya di Masjid Agung Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis 30 Juli 2009.
Menurut Ba'asyir, bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia selama ini diotaki Central Intelligence Agency Amerikat Serikat agar Pemerintah Indonesia lebih menekan perjuangan umat muslim yang menyoroti pergerakan mereka.
"Hotel itu kan milik Amerika, tidak mungkin pengamanan seketat itu, orang luar bisa masuk membawa bahan peledak. Ini semua otak dari CIA Amerika Serikat. Kemudian mereka menuduh umat Islam yang melakukannya," kata Ba'asyir.
Ba'asyir berharap pemerintah lebih arif dan tidak mendiskreditkan umat Islam dan kelompok pesantren dalam menangani kasus peledakan bom.
Di depan majelisnya Ba’asyir juga mengatakan tujuan Amerika menjual umat muslim sebagai pelaku pengeboman untuk menekan perjuanangan pemuda muslim yang selama ini menyoroti mereka. Dalam pergerakan umat Islam, Ba’asyir tidak setuju dengan adanya peledakan bom untuk penegakan Islam.
Terkait kedatangan Abu Bakar Ba'asyir ini, aparat kepolisian Bulukumba melakukan patroli di sepanjang jalan kota Bulukumba.
Laporan: Ana Rusli | antv | Sulawesi Selatan