Nasional
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton

Pria Cianjur Undang Noordin ke Indonesia

Hambali ini pernah punya pengalaman perang cukup memadai di Afganistan.

Kamis, 30 Juli 2009, 10:05 WIB
Siswanto
Noordin M Top (Polri)

VIVAnews – Hambali berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Dia lahir 1966. Sidney Jones dari International Crisis Group (ICG) yang mengamati gerakan Islam radikal di Asia Tenggara mengatakan Hambali bergabung gabung di kelompok Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar ketika JI didirikan di Malaysia 1993.

Hambali ini pernah punya pengalaman perang cukup memadai di Afganistan. Dia pernah dikenal sebagai ketua operasi khusus untuk JI.

Nama Hambali kian mencorong setelah dikait-kaitkan ikut mendalangi sejumlah peledakan bom di malam Natal di Indonesia.

Hambali makin sohor setelah belakangan ini disebut-sebut berada di belakang aksi teror lainnya. Dia juga dikatakan sebagai pembuka jaringan dengan Al Qaidah melalui Khalid Sheik Mohammed di Guantanamo.

Hambali merupakan satu-satunya orang Indonesia pernah mendekam di kamp tahanan Guantánamo, Kuba itu. Dia makin dekat dengan Khalid di sana.

Hambali ini juga disebut orang yang memasukkan Noordin M Top dan Dr Azahari, orang yang disebut-sebut kepolisian sebagai gembong teroris asal Malaysia itu, ke Indonesia.

"Ini keinginan dari warga Indonesia. Hambali, Muklas mengundang dan memindahkan mereka ke Indonesia," kata Nasir Abas, mantan pemimpin Jamaah Islamiyah, dalam perbincangan di TvOne, semalam.

Nasir bilang sejumlah aksi teror yang terjadi di Indonesia memang berada di bawah kendali Hambali. Bukan hanya di Indonesia, tapi sejumlah kejadian di Malaysia dan Singapura.

"Hambali pernah ingin merusak Bandara Changi (Singapura) serta Jembatan Johor (Malaysia). Hambali telah berusaha melakukan aksi dimana saja," ujar mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) ini.

Nama Noordin M Top yang diundang Hambali ke Indonesia itu kemudian menjadi sohor. Dia diduga berada di balik bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton yang menewaskan sembilan orang dan melukai 55 lainnya pada Jumat, 17 Juli 2009 lalu.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ