Nasional
Bom Bunuh Diri di Marriott dan Ritz Carlton

Amerika Serikat: Teror di RI Belum Berakhir

Orang nomor dua di Deplu AS mengatakan ada dua hal yang jadi sasaran teroris.

Kamis, 30 Juli 2009, 08:27 WIB
Elin Yunita Kristanti
Pernyataan Noordin M Top di internet (Blogspot)

VIVAnews - Dua bom bunuh diri yang meledak di dua hotel ternama di Jakarta, Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009 diduga bukan aksi teror terakhir di Indonesia.

Amerika Serikat memperingatkan teroris akan tetap mengincar kepentingan barat di Indonesia. "Kami tidak berpikir bahwa teror telah berakhir," kata Deputi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Jim Steinberg kepada laman berita Australia, Sydney Morning Herald, Kamis 30 Juli 2009.

Menurut Steinberg, ada dua sasaran teroris. "Banyak individu maupun kelompok yang akan selalu mencoba menyerang pemerintahan demokratis dan kepentingan barat," tambah orang nomor dua di Kementerian AS, setelah Hillary Clinton ini.

Steinberg berharap Presiden AS, Barack Obama secepatnya datang ke Indonesia. Kata dia, Obama menilai Indonesia mencapai kemajuan berarti melawan terorisme, namun Obama mengatakan keberhasilan Indonesia "tidak akan pernah mencapai 100 persen "

Pesan di internet yang mengatasnamakan Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah',  yang mengaku bertanggungjawab atas pemboman di Marriott dan Ritz Carlton, kata Steinberg, membuktikan teroris sengaja menyerang kepentingan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, orang yang diduga Noordin M Top menyatakan pemboman di JW Marriott adalah serangan terhadap "KADIN Amerika" yang sedang melakukan pertemuan di hotel mewah tersebut.

'Noordin' menuding para pebisnis sebagai 'pentolan bisnisman dan intelijen' yang membiayai tentara Amerika. Tiga pengusaha yakni Nathan Verity, Craig Senger, dan Garth McEvoy ikut menjadi korban.

Sampai saat ini siapa sebenarnya pelaku pengeboman belum terungkap. Polisi telah menyebar sketsa wajah dua tersangka pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton. Salah satunya digambarkan sebagai pria berusia 16-17 tahun, berkulit putih, rambut lurus hitam pendek, tinggi badan 180 centimeter, dan ukuran sepatu 42-43.

Sedangkan tersangka pengebom di Ritz Carlton diduga seorang laki-laki dengan ciri-ciri: umur kira-kira 40 tahun, kulit sawo matang, rambut lurus, pendek, dan hitam; serta tinggi badan 165 sentimeter.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Azizi
30/07/2009
Amerika itu teroris yang sesungguhnya!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ