Nasional
Pernyataan Noordin M Top Beredar di Internet

PKS: Apa Benar Itu Noordin M Top

Kebenaran pengakuan itu harus ditelusuri lebih jauh dan jangan terburu-buru.

Kamis, 30 Juli 2009, 07:45 WIB
Ismoko Widjaya, Anggi Kusumadewi
Pernyataan Noordin M Top di internet (Blogspot)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Pernyataan mengatasnamakan Noordin M Top yang menyebut dirinya sebagai 'Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah' beredar di internet. Kebenaran pengakuan itu harus ditelusuri secara serius.

"Pernyataan itu harus dicek sampai berapa jauh tingkat akurasinya. Termasuk bahwa yang menyatakan itu memang Noordin M Top," kata Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR RI dari Fraksi PKS, Soeripto, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu, 29 Juli 2009 petang.

Maka itu, dia menilai agar pihak berwenang untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pemeriksaan lebih teliti dan akurat sangat dianjurkan dalam kasus-kasus di internet.

"Jadi itu perlu dicek terlebih dahulu, tidak buru-buru percaya. Kalau lantas percaya bisa-bisa ada disinformasi," ujar pria yang kerap berbicara soal dunia intelijen ini.

Menurut dia, persoalan beredarnya pengakuan atas nama Noordin M Top itu menjadi pekerjaan utama pemberantas teroris. "Jadi ini tugas dinas kontra-terorisme harus mengecek tingkat kebenaran dari orang yang bersangkutan," ujar dia lagi.

Pernyataan yang mengatasnamakan 'Noordin M Top' beredar di internet. Pernyataan itu dipisah menjadi dua, yakni pernyataan khusus tentang tragedi bom bunuh diri di Marriott dan di Ritz Carlton.

Pemboman Marriott didedikasikan untuk Dr Azhari bin Husin. Sedangkan bom di Ritz Carlton didedikasikan untuk tersangka teroris yang tewas di Wonosobo, Gempur Budi Angkoro alias Jabir.

Jabir alias Gempur Budi Angkoro tewas dalam penggerebekan polisi 29 April 2006 di Wonosobo, Jawa Tengah. Anggota JI dari Madiun, sepupu Fathur Rahman Al-Ghozi, menempuh pendidikan di Ngruki 1993-1996, lulusan dan mengajar di Pesantren Darusysyahada.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
antikemunafikan
30/07/2009
pks dan teroris lainnya sama saja, wong sama2 fundamentalis. sama2 anti demokrasi dan pluralisme. sama2 gak sadar kalau kepulauan nusantara ini sudah sangat plural dari jaman dulu sebelum agama2 mereka masuk ke mari.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ