Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Pernyataan mengatasnamakan Noordin M Top yang menyebut dirinya sebagai 'Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah' beredar di internet. Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) menilai, Noordin terlalu cerdas untuk menulis pernyataan seperti itu.
"Noordin itu orang pintar. Masa menulis Ritz Carlton saja salah. Ejaan nama Noordin juga tidak begitu (Nur Din)," kata mantan pimpinan Jamaah Islamiyah, Nasir Abas, dalam perbincangan dengan VIVAnews di Hotel Niko, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2009 malam.
Nasir yang juga mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) itu, meragukan beredarnya tulisan yang mengatasnamakan buronan nomor wahid asal Malaysia, Noordin M Top. Karena menurut Nasir, banyak kejanggalan dan keanehan di tulisan itu. Dalam tulisan itu memang Ritz Carlton ditulis Rizt Carlton.
"Yang di bawah itu, Hafidzohullah, itu juga salah. Hafidzohullah itu sebutan untuk orang lain. Masa dia (Noordin) menyebut dirinya Hafidzohullah. Itu sama saja dengan perkataan dari orang lain buat dia (Noordin). Yang artinya semoga Allah melindungi," ujar pria yang pernah ditangkap di Bekasi, 18 April 2003 itu.
Tidak hanya itu, keganjilan lain yang disebutkan Nasir adalah soal tulisan berbahasa Arab di bagian paling bawah. "Di sana tertulis al mu'minun, harusnya al mu'minin," jelas pria yang pernah diadili di Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, dengan vonis 10 bulan ini.
Beredar pernyataan yang mengatasnamakan 'Noordin M Top' di internet. Pernyataan itu dipisah menjadi dua, yakni pernyataan khusus tentang tragedi bom bunuh diri di Marriott dan di Ritz Carlton.
Pemboman Marriott didedikasikan untuk Dr Azhari bin Husin. Sedangkan bom di Ritz Carlton didedikasikan untuk tersangka teroris yang tewas di Wonosobo, Gempur Budi Angkoro alias Jabir.
Jabir alias Gempur Budi Angkoro tewas dalam penggerebekan polisi 29 April 2006 di Wonosobo, Jawa Tengah. Anggota JI dari Madiun, sepupu Fathur Rahman Al-Ghozi, menempuh pendidikan di Ngruki 1993-1996, lulusan dan mengajar di Pesantren Darusysyahada.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews