Nasional
Ceramah di Sulawesi Selatan

300 Polisi Perketat Kedatangan Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir akan ceramah di Sulawesi Selatan.

Rabu, 29 Juli 2009, 19:15 WIB
Ismoko Widjaya, Rahmat Zeena
Abu Bakar Baasyir (Antara)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukminin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah, Abu Bakar Ba'asyir akan berada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis, 30 Juli besok. Kedatangan Ba'asyir di daerah itu atas undangan tausyiah yang dilaksanakan Forum Umat Islam (FUI) Bulukumba.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum FUI Bulukumba, Musafir, kepada VIVAnews mengatakan, Ba'asyir sudah tiba di Bulukumba usai shalat maghrib, Rabu, 29 Juli 2009.

"Dia malam ini akan menginap di rumah salah seorang pendiri Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Bulukumba," kata Musafir saat dihubungi VIVAnews dari Makassar.

Ia menambahkan, Ba'asyir menghadiri dua undangan sekaligus. Yakni menghadiri pengajian dan ceramah agama yang rencananya dipusatkan di Mesjid Agung Bulukumba. Sedangkan, acara kedua adalah pelantikan pengurus FUI Kabupaten Bulukumba.

"Agendanya akan berlangsung usai shalat dhuhur besok. Dan semuanya akan dilaksanakan di Mesjid Agung di Jalan Rambutan," ujarnya lagi.

Pada kesempatan sama, pengurus FUI Bulukumba menyayangkan sejumlah pihak yang mengkait-kaitkan kedatangan Ba'asyir dengan terorisme. Menurut dia, kegiatan Ba'asyir adalah murni untuk penyampaian ajaran islam sesuai Syariat, bukan untuk menyerukan kekerasan atas dasar agama Islam.

Kedatangan Ba'asyir di Bulukumba diakui Musafir, menimbulkan kontroversi dari pihak TNI dan kepolisian di Sulawesi Selatan.

"Ini hanya kehawatiran dari pihak-pihak tertentu dengan kedatangan Ustad Ba'asyir yang dikaitkan teror bom. Padahal Ba'asyir bukanlah teroris seperti yang digembar-gemborkan," ujar pengurus LSM di Bulukumba ini.

Kedatangan Abu Bakar Ba'asyir disambut dengan pengamanan ketat dari kepolisian setempat. Kepolisian Resor Bulukumba bahkan menambah personel dari Polresta Jeneponto, Bantaeng, Sinjai dan Bone.

Jumlahnya sekitar 300 personil, dan di-back up oleh pengamanan dari TNI. Pengamanan akan difokuskan pada pengamanan tertutup, yang disiagakan dalam tiga ring. Yakni delapan pos pengamanan di pintu Masjid Agung, pintu masuk masjid sebelah kiri, dan enam lorong akses masuk yang berada di sekitar kawasan itu.

"Ini dilakukan hanya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pasca ledakan bom kuningan Jakarta," kata Wakapolres Bulukumba, Komisaris Polisi, Novly Pitoy.

Laporan: Rahmat Zeena l Makassar

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Aneh
30/07/2009
Kok aneh, bekas napi kok di kawal kayak president. Kalau dia bersalah seret aja atau tembak di tempat. Kok malah di kawal ... sungguh negeri yang aneh
Balas   • Laporkan
salim
30/07/2009
Semoga Aparat yang 'mengamankan/mencurigai" ustadz Abu dapat hidayah......Yang Muslim jadi loyal sama Ajaran Islam dan Ummat islam.
Balas   • Laporkan
ilham
30/07/2009
jangan suka berlebihan begitu polisi konsen aja nyari teroris yang sesungguhnya percuma klo cuma curiga saja tanpa ada bukti nyata. masyarakat butuh ketenangan bukan janji2, dan langkah2 represif
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ