Nasional

Diplomasi Intelijen untuk Berantas Terorisme

"Oleh karena itu kerja sama regional dan internasional sangat diperlukan."

Rabu, 29 Juli 2009, 13:45 WIB
Arry Anggadha, Eko Huda S
Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menteri Luar Negeri, Hassan Wirayudha mengatakan terorisme bukanlah masalah satu negara saja. Dia mengatakan untuk melakukan pemberantasan terorisme harus dilakukan kerjasama diplomasi intelijen.

"Yang utama adalah mengutamakan diplomasi. Mengedepankan kerja sama diplomasi intelijen tentang jaringan dan keberadaan teroris," kata Hasan Wirayudha di Departemen Luar Negeri, Jakarta, Rabu 29 Juli 2009.

Dia mengatakan terorisme bersifat regional. Pelakunya, tambah dia, beragam. Ada dari Indonesia, Malaysia, dan tempat latihannya pun ada yang berada di Filipina. "Oleh karena itu kerja sama regional dan internasional sangat diperlukan," jelasnya.

Selain itu, Hasan mengatakan perlunya penguatan kapasitas polisi kita, termasuk Densus 88. Kerja sama latihan antar negara juga perlu dilakukan. "Kerja sama kita tingkatkan, baik latihan bersama maupun peralatan yang canggih untuk proses deteksi," ujarnya.

Menurut data, lanjut Hasan, dari bulan Juli tahun lalu hingga Juli tahun 2009 telah ada 94 serangan terorisme di wilayah Asia. Serangan tersebut tersebar dari Pakistan, Cina Utara sampai Indonesia. Namun, "Sebagian besar serangan teroris lebih banyak di Pakistan dan Afghanistan."

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ