VIVAnews - Pasca peledakan bom bunuh diri pada Jumat 17 Juli 2009, Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton kembali dibuka hari ini, Rabu 29 Juli 2009. Menurut Juru Bicara Hotel Ritz Carlton, Els Ramadhinta ada beberapa perubahan yang dilakukan.
Salah satunya terkait Ibrohim, karyawan Chynthia Florist yang diduga terlibat dalam pengeboman. "Sejak kejadian semua aspek direview seperti outsource," kata Els, Rabu 29 Juli 2009.
Dugaan keterlibatan Ibrahim juga membuat perusahaannya diputus kontrak. "Seperti outsorce-nya si Ibrahim itu dihilangkan," tambah Els. Namun, dia tak menjawab ketika ditanya nasib perusahaan lainnya.
Dijelaskan dia, akses untuk tenaga outsourcing selama ini terbatas, mereka tak bisa masuk ke berbagai area. "Dia [Ibrahim] areanya sampai situ saja, sebatas kerjanya sebagai penata bunga," tambah Els.
Ibrohim menghilang sesaat setelah ledakan terjadi di Marriott dan Ritz Carlton, tes DNA polisi membuktikan dia tidak tewas dalam kejadian tersebut.
Belakangan diketahui, sesaat setelah kejadian, Ibrohim sempat berbicara dengan beberapa staf lain. "Setelah kejadian dan orang-orang dievakuasi, ada beberapa yang bertemu dengan Ibrohim di lapangan," kata sumber VIVAnews dalam perbincangan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2009.
Pria yang sudah bekerja sejak Ritz Carlton itu bahkan sempat beberapa lama berbincang dengan lebih dari satu orang.
Hotel Ritz Carlton yang sebelumnya direncanakan jadi tempat menginap klub sepak bola asal Inggris, Manchester United mulai dibukan kembali mulai pukul 10.00 hari ini. Menurut Els, sudah ada tetamu yang berdatangan. "Sudah ada tamu yang masuk, ada yang pindah [hotel], atau balik ke negara masing-masing," tambah dia.
Saat ini renovasi di Hotel Ritz Carlton sudah beres, hanya restoran Airlangga yang masih butuh diperbaiki. Untuk sementara, tempat sarapan tamu berada di ruangan lain.
Pantauan VIVAnews, beberpa petugas hotel seperti penjaga pintu maupun resepsionis sudah bertugas kembali. Penjagaan hotel pun kian diperketat, dan membuat tidak nyaman. Sementara bagi wartawan yang ingin meliput tidak diperbolehkan mengambil gambar apapun, apalagi merekam.
Selain petugas keamanan, di kedua hotel kini juga dijaga anjing pelacak, yang sebelumnya tak ada di sana.