VIVAnews - Hotel JW Marriott mulai beroperasi pukul 10.00 WIB hari ini. Hotel yang sudah dua kali kena sasaran bom ini menerapkan standar pengamanan baru yang lebih ketat. Padahal sejak 2003 lalu, saat bom pertama meledak, pengamanan juga sudah lebih diperketat. Bagaimana masuk ke hotel itu sekarang.
VIVAnews bersama wartawan lainnya, Rabu 29 Juli 2009 ini mendapat kesempatan menyusuri hotel tersebut. Dibutuhkan waktu 5-10 menit untuk bisa melenggang bebas ke hotel tersebut.
Bagi tamu yang berjalan kaki harus melalui berbagai tahap pemeriksaan yang dijaga sekitar 20 petugas satuan keamanan. Sebelum masuk, seluruh isi tas tamu harus dikeluarkan. Setelah dinilai aman dan tidak ada masalah, tamu harus melewati standing metal detector. Setelah lolos, petugas akan meminta KTP dan menyerahkan ID card untuk bisa masuk ke dalam hotel.
Sementara untuk tamu yang membawa kendaraan, sebelum masuk harus melewati dua portal. Di portal pertama, petugas akan memeriksa mobil mulai dari bagian kap, bagian dalam mobil (penumpang) dan bagasi. Pemeriksaan ini belum selesai, karena anjing pelacak masih akan mengendus-ngendus.
Setelah lolos mobil harus melewati metal detector. Tahap selanjutnya melewati portal kedua yang dijaga petugas khusus, barulah mobil bisa masuk ke parkiran atau lokasi menurunkan tamu atau penumpangnya.
Marketing & Communication Manager Marriott, Ina Ilmiavitta mengakui pengamanan di hotel memang semakin diperketat. Pihak hotel tidak mau lagi kecolongan. Untuk menghindari kejadian serupa seluruh karyawan hotel sudah dibriefing oleh Densus 88.
Hotel JW Marriott yang terdiri dari 31 lantai sudah dua kali menjadi sasaran bom teroris. Pada serangan pertama tahun 2003 lalu sebanyak 22 orang menjadi korban tewas. Saat itu bom bunuh diri menggunakan mobil yang dikemudikan sampai lobi.
Sementara pada serangan dua pekan lalu, bom dibawa sendiri oleh pelaku dengan tas koper beroda dan ransel yang disandangkan di tubuh bagian depan. Korban tewas akibat ledakan di Marriott tercatat tujuh orang.