VIVAnews - Tepat pukul 10.00 WIB, Hotel JW Marriott yang Jumat 17 Juli 2009 lalu dibom, mulai beroperasi lagi. Pengamanan di hotel lebih diperketat lagi. Pihak hotel tak mau kecolongan untuk yang ketiga kalinya. Sebanyak 20 petugas keamanan dikerahkan untuk memeriksa tamu dan mobil-mobil yang akan masuk hotel.
Tidak hanya puluhan petugas, manajemen hotel juga memasang standing metal detector, portal, dan anjing pelacak yang bisa mengendus bom.
"Sebetulnya kami sudah buka sejak kemarin. Karyawan sudah masuk seperti biasa, tapi untuk operasional mulai pukul 10.00 WIB hari ini," kata Marketing and Comminication Mananger Hotel JW Marriott Ina Ilmiavitta kepada wartawan di lantai 5 hotel, Rabu 29 Juli 2009.
Ina mengaku sebelum operasional hotel dibuka, karyawan sudah dibriefing oleh Densus 88 Mabes Polri. Namun apa saja yang dibekali aparat, Ina tidak bersedia menyebutkan.
Hotel JW Marriott sudah dua kali menjadi sasaran bom teroris. Pada serangan pertama tahun 2003 lalu sebanyak 22 orang menjadi korban tewas. Saat itu bom bunuh diri menggunakan mobil yang dikemudikan sampai lobi.
Sementara pada serangan dua pekan lalu, bom dibawa sendiri oleh pelaku dengan tas koper beroda dan ransel yang disandangkan di tubuh bagian depan. Korban tewas akibat ledakan di Marriott tercatat tujuh orang.