VIVAnews - Pasca ledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009, polisi menahan Ariani Rahman (25) alias Ariana perempuan yang diduga istri gembong teroris wahid, Noordin M Top.
Ariana ditangkap bersama ibunya, Astuti. Dua anaknya, Haula dan Daud juga ikut diamankan. Menurut Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, sementara ini Ariana masih diposisikan sebagai saksi.
Apakah dia bisa dijadikan tersangka? "Itu bisa saja, kan ini masih saya akan evaluasi," kata Bambang Hendarso usai melantik Kapolda Bali yang baru di Ruang Utama Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu 29 Juli 2009.
Hari ini, tambah dia, polisi akan menentukan nasib Ariana. "Apakah perlu kita lakukan penahanan, apakah yang bersangkutan karena punya dua putra perlu dibawah perlindungan saksi," tambah Bambang Hendarso.
Lalu, dimana Ariana? "Yang bersangkutan masih di bawah perlindungan saksi," tambah dia. Menurut informasi, Ariana diamankan di sebuah tempat rahasia di Jakarta.
Ditanya soal penyelidikan kasus bom bunuh diri di dua hotel ternama di Jakarta, Bambang Hendarso mengatakan ada perkembangan baik. "Kita lihat nanti akhir dari prosesnya," kata Bambang Hendarso, ketika ditanya perkembangan penyelidikan.
Sebelumnya, kepada polisi, Arina mengatakan pada polisi bahwa bentuk perawakan suaminya memang mirip dengan Noordin M Top.
Arina mengatakan selama tiga tahun berumah tangga, dia hanya tahu suaminya bernama Ade Abdul Halim. Arina yang mengaku jarang bertemu suaminya, mengaku syok ketika bom ditemukan di halaman rumah ayahnya, Bahrudin Latif alias Baridin.
Arina adalah perempuan asal Desa Pesuruan, Kecamatan Binangun, Cilacap Jawa Tengah. Nama desa kecil itu tiba-tiba mencuat namanya ketika Densus 88 menangkap Saefudin Zuhri, yang menurut informasi terkait jaringan teroris Noordin M Top dan berperan sebagai penyuplai senjata.
Tiga hari sebelum peledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Densus 88 menemukan alat-alat elektronik, kabel-kabel, lengkap dengan petunjuk rangkaian yang diduga alat membuat bom rakitan di kebun belakang milik ayah Ariana, Bahrudin Latif alias Baridin. Alat membuat bom rakitan itu berada di dalam di jerigen biru, ditimbun dalam tanah.