Nasional
Misteri Kematian David Hartanto Widjaja

Boediono Temui Keluarga David di Singapura

"Saya tentu akan mengatakan bahwa David dibunuh dan kami minta keadilan."

Selasa, 28 Juli 2009, 11:46 WIB
Elin Yunita Kristanti
David Hartanto Widjaja (Facebook Christov Wiloto)

VIVAnews - Calon wakil presiden terpilih, Boediono direncanakan akan menemui keluarga mahasiswa Universitas Teknologi Nanyang (NTU) David Hartanto Widjaja di Singapura. Menurut informasi Boediono akan menemui keluarga David sekitar pukul 14.00 waktu setempat (pukul 13.00 WIB), Selasa 28 Juli 2009, di Hotel Shangrilla, Singapura.

Boediono akan menemui keluarga David usai memberikan kuliah umum di NTU, almamater David. Kepada VIVAnews, ayah David, Hartanto Widjaja membenarkan rencana tersebut. Ayah David telah mempersiapkan curahan hatinya pada Boediono.

"Saya berharap pertemuan ini bisa terlaksana. Saya tentu akan mengatakan bahwa David dibunuh dan kami minta keadilan," kata Hartono dalam pesan pendeknya, Selasa siang.

Nasib kasus kematian David akan diputus besok, Rabu 29 Juli 2009 di Pengadilan Koroner Singapura. Hakim akan memilih satu diantara tiga kemungkinan, memutus David bunuh diri, meninggal karena kecelakaan, atau penyelidikan kasus David dilanjutkan.

Sebelumnya, keluarga David telah meminta pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan wewenang diplomasi terhadap Pemerintah Singapura agar berlaku adil dalam menangani kasus David.

David Hartanto Widjaja tewas terjatuh dari gedung pada 2 Maret 2009. Beberapa menit sebelumnya, mahasiswa 21 tahun itu terlihat lari keluar dari kantor dosen pembimbingnya, Chan, di tengah diskusi mereka terkait skripsi David.

Media massa Singapura lantas mengambarkan David sebagai mahasiswa  yang nekat menusuk dosennya lantas bunuh diri. Media massa di sana juga memberitakan spekulasi bahwa David memutuskan bunuh diri gara-gara beasiswanya diputus.

Tentu saja, pemberitaan-pemberitaan tersebut ditolak keluarga. Keluarga justru berpendapat, David adalah korban dari tragedi ini. Kematian David semakin misterius karena disusul kematian dua staf peneliti asal China, Zhou Zheng (24) dan Hu Kunlun. Ketiganya berasal dari Universitas, bahkan jurusan yang sama.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
JANGAN JD BANGSA YANG PECUNDANG
29/07/2009
INDONESIA, JGN CUMA BISA BERSATU DLM HAL TERORIS DOANK... TAPI JUGA DLM HAL DAVID DUNK... KALO SAMPAI SINGAPORE MENANG, ARTINYA INDO SUDAH BENAR BENAR DICUNDANGI!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ