VIVAnews - Salah satu perusahaan nikel terbesar dunia PT Inco Sorowako akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya. Rencana PHK dilakukan dalam waktu dekat, akibat dampak krisis global.
Ketua Serikat Pekerja PT Inco, Andi Karman, kepada VIVAnews, Kamis 23 Juli 2009 membenarkan akan adanya PHK sejumlah karyawan yang sudah pasti dilakukan.
"Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari Direksi PT Inco sejak Jumat lalu, dan kemungkinan besar akan diumumkan dalam waktu dekat," kata Karman.
Dia menambahkan, dalam surat berbahasa Inggris itu menyebutkan, direksi PT Inco akan melakukan PHK terhadap 87 orang. Para karyawan tersebut semuanya sudah pada level Senior Suvervisor (S2), atau dengan orang-orang yang memiliki gaji hingga Rp 20 juta perbulan.
Pemberitahuan tersebut merupakan upaya awal, sebab rencananya karyawan lainnya juga akan menyusul di PHK. "Jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 orang," katanya.
Menurut Karman, SP PT Inco sangat menyayangkan sikap direksi perusahaan yang berdomisili di Sorowako tersebut. Sebab, tidak ada pemberitahuan sebelumnya, baik kepada para karyawan ataupun serikat pekerja. Sikap tersebut Dia anggap sebagai upaya PHK sepihak dari PT Inco.
SP PT Inco sangat menyayangkan sikap direksi PT Inco. Efisiensi yang dijadikan alasan oleh direksi juga dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
"PT Inco setiap tahun mengalami untung. Dan produksi PT Inco selama ini dikenal cukup baik dan mencapai target. Jadi alasan efisiensi adalah kebohongan belaka," ungkapnya dengan nada tinggi.
Saat ini, SP PT Inco berharap agar PHK tersebut ditarik kembali. Dia, sebagai Ketua Serikat Pekerja yang membawahi ratusan karyawan ini, akan memperjuangkan agar PHK batal dilakukan. Dia juga berjanji akan melakukan komunikasi dengan direksi PT Inco dengan alasan kemanusiaan.
Sementara, Media Relation PT Inco, Iskandar belum bisa memberikan komentar terkait wacana PHK besar-besaran di Inco. Iskandar hanya bisa memberi gambaran tentang kondisi PT Inco saat ini. Menurutnya, memang ada efisiensi dari manajemen PT Inco, dengan harapan perusahaan bisa tetap eksis.
Laporan: Rahmat Zeena | Makassar