VIVAnews - Kalangan investor dalam dan luar negeri tetap akan melanjutkan akuisisi terhadap perusahaan-perusahaan lokal, kendati ada peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta pada 17 Juli 2009.
"Dampak bom tidak terlalu terasa, minat akuisisi investor tetap tinggi," ujar Mirza Diran, partner jasa transaksi di PWC kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2009.
Sebagai pihak yang sering terlibat dalam transaksi akuisisi atau pembelian perusahaan, baik oleh investor lokal atau asing, Mirza tidak melihat adanya animo yang menurun.
Menurut dia, animo investor dalam dan luar negeri yang sedang dan akan berlangsung tetap berjalan. Tidak ada tanda-tanda investor mau membatalkan transaksi yang sudah dijajaki atau berlangsung sebelum ada bom meledak. "Mereka tetap antusias."
Dia pun memberikan contoh terhadap satu perusahaan yang akan dijual. "Saat dilakukan tender, masih cukup banyak investor yang tertarik memperebutkan," katanya.
Padahal, menurut dia, transaksi jual beli perusahaan kepada investor strategis ini terbilang tidak sedikit. Sektor yang paling banyak diminati adalah pertambangan mineral dan konsumer. "Ada puluhan transaksi dengan nilai transaksi bisa ratusan miliar rupiah."
Menurut dia, meski keamanan sempat terganggu oleh adanya bom, investor dalam dan luar negeri lebih percaya dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. "Itu juga terasa kok di bursa saham terbukti dari indeks saham masih menanjak."
Kondisi ini jauh berbeda dengan saat krisis global baru menerjang. "Ketika itu, transaksi sontak berhenti," katanya.