VIVAnews - Kasus kematian mahasiswa Universitas Teknologi Nanyang (NTU) asal Indonesia, David Hartanto Widjaja akan diputus Rabu 29 Juli 2009 di Pengadilan Koroner Singapura. Jelang putusan, keluarga David minta pemerintah bertindak.
Ayah David, Hartono Widjaja meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan wewenang diplomasi terhadap Pemerintah Singapura. "Kami meminta Presiden SBY untuk melakukan diplomasi terhadap Pemerintah Singapura untuk mengadili dengan seadil-adilnya," kata Hartono dalam keterangan persnya di Senayan City, Rabu 22 Juli 2009.
Dia juga meminta Presiden SBY memberikan peringatan dan teguran kepada pemerintah Singapura agar bertindak adil dalam kasus kematian David. "Kami sangat mengharapkan bantuan Presiden SBY untuk mengungkap kasus ini," tambah Hartono.
Dijelaskan dia, ada tiga keputusan yang mungkin dikeluarkan hakim yakni David mati bunuh diri, David mati karena kecelakaan, atau David mati karena dibunuh.
Menurut Hartono, berdasarkan keterangan pengacara keluarga David, Sashi Nathan, kasus kematian David adalah kasus yang politis, bukan lagi murni kriminal. "Saat kami minta laptop David dikembalikan, kami ditelepon oleh menteri luar negeri Singapura dan menteri dalam negeri Singapura pada 15 Juli kemarin," tambah dia.
Apa yang disampaikan kedua petinggi itu? Menurut Hartono, keduanya menyatakan tak bisa mengembalikan laptop milik David. "Oleh karenanya, kami minta bantuan Presiden SBY," tambah dia.
Senada, Ketua tim verifikasi kasus David, Iwan Piliang mengatakan pemerintah harus ikut andil. "Kasus David ini juga bom bagi Indonesia, karena bom bagi sumber daya manusia. Saya minta Presiden SBY segera turun tangan langsung," ujar dia.
Menurut Iwan, jangan sampai anak bangsa yang berprestasi dicap pembunuh dan matipun jasadnya masih difitnah. "Kita berharap dalam keputusan pengadilan koroner, kasus ini ditindak lanjuti ke pengadilan kriminal, bukan diputuskan sebagai kasus bunuh diri dan kecelakaan," ungkap dia.
"David itu dibunuh, bukan membunuh, berdasarkan data-data dan investigasi yang kita lakukan," kata Iwan.
David Hartanto Widjaja tewas terjatuh dari gedung pada 2 Maret 2009. Beberapa menit sebelumnya, mahasiswa 21 tahun itu terlihat lari keluar dari kantor dosen pembimbingnya, Chan, di tengah diskusi mereka terkait skripsi David.
Media massa Singapura lantas mengambarkan David sebagai mahasiswa yang nekat menusuk dosennya lantas bunuh diri. Media massa di sana juga memberitakan spekulasi bahwa David memutuskan bunuh diri gara-gara beasiswanya diputus.
Tentu saja, pemberitaan-pemberitaan tersebut ditolak keluarga. Keluarga justru berpendapat, David adalah korban dari tragedi ini. Kematian David semakin misterius karena disusul kematian dua staf peneliti asal China, Zhou Zheng (24) dan Hu Kunlun. Ketiganya berasal dari Universitas, bahkan jurusan yang sama.