VIVAnews -Pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memperketat pengamanan pasca ledakan bom hotel JW Marriot dan hotel Rizt Carlton di Mega Kuningan Jakarta, jumat pekan lalu.
Pengelola Bandara Hasanuddin bahkan melibatkan pengamanan dari personil Kepolisian, TNI serta dari internal Security Angkasa Pura I.
Kepala Humas Bandara internasional Sultan Hasanuddin, Didi Suryanto mengatakan, peningkatan pengamanan langsung diberlakukan empat jam pasca terjadiya ledakan. Hal itu untuk menghindari kejadian serupa di dua hotel di Jakarta.
"Bandara adalah salah satu obyek vital, dan empat jam setelah ledakan, kami langsung berkordinasi dengan TNI dan Kepoilisian dalam hal pengamanan," kata Didi kepada wartawan, Selasa, 21 Juli 2009.
Pantauan VIVAnews di Bandara Internasional Hasanuddin, pengamanan pasca ledakan memang tidak seperti hari biasanya. Puluhan personil dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Tentara Nasional Indonesia dan personil pengamanan internal Angkasa Pura I terlihat siaga di sekitar bandara. Seperti area kedatangan, keberangkatan hingga area parkir.
Personil pengamanan bandara dengan dibantu kepolisian tampak melakukan pemeriksaan terhadap semua mobil yang bermaksud masuk ke wilayah Bandara Hasanuddin, baik taksi maupun mobil calon penumpang dan mobil penjemput.
Alat yang mencolok digunakan adalah metal detector dan mirror detector. Mereka juga memeriksa semua barang bawaan para calon penumpang, pengantar ataupun penjemput. “Ini kita galakkan kembali untuk jaminan keamanan bandara,” tambahnya
Laporan: Rahmat Zeena | Makassar