VIVAnews - Bom bunuh diri meledak di di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat 17 Juli 2009. Sebanyak sembilan orang tewas, dan puluhan lainnya luka-luka.
Jenazah tiga pengusaha Australia yang jadi korban, Nathan Verity, Craig Senger, dan Garth McEvoy akan segera dipulangkan.
Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith mengatakan pemakaman ketiga jenazah diserahkan pada pihak keluarga, termasuk jika keluarga ingin pemakaman para korban dilakukan secara tertutup.
"Saya bertemu dengan keluarga para korban di Jakarta dan saya bisa merasakan kesedihan mereka," kata Smith seperti dimuat laman berita Australia, The Daily, Selasa 21 Juli 2009. Smith baru kembali ke Australia Minggu kemarin, setelah berkunjung ke Jakarta.
Tiga korban dari Australia tersebut menghadiri pertemuan bulanan di Hotel JW Marriott, Jumat 17 Juli 2009, saat pelaku masuk dan meledakan lounge tempat mereka bertemu dan melakukan aksi bom bunuh diri.
Namun, Smith mengatakan dugaan bahwa teroris memang mengincar para eksekutif masih terlalu dini. "Lebih baik kita menunggu hasil penyelidikan dari Jakarta," kata dia.
Kepolisian Australia (AFP) sudah berada di Jakarta, membantu penyelidikan yang dilakukan oleh Polri.
Sebelumnya pegawai keamanan Hotel Marriot, Dikdik Ahmad Taufik, pelaku mengincar lounge. "Pelaku sempat celingak-celinguk, sebelum masuk lounge," kata Dikdik di ruang perawatannya di Rumah Sakit Jakarta, Sabtu 18 Juli 2009.
Ditambahkan Didik, pelaku masuk ke lounge saat itu sedang berlangsung pertemuan yang dihadiri sejumlah 15 top eksekutif, termasuk Timothy Mackay dari Holcim Indonesia, yang juga jadi korban dalam pemboman tersebut.