Nasional
Bom Bunuh Diri di Marriott dan Ritz Carlton

Benarkah Pelaku Incar Bos Perusahaan Besar

Bom bunuh diri diledakan saat para top eksekutif mengadakan rapat di Hotel JW Marriott.

Selasa, 21 Juli 2009, 08:22 WIB
Elin Yunita Kristanti
Pasca Peledakan Hotel JW Marriott&Ritz Carlton (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Bom bunuh diri meledak di di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat 17 Juli 2009. Sebanyak sembilan orang tewas, dan puluhan lainnya luka-luka. 

Jenazah tiga pengusaha Australia yang jadi korban, Nathan Verity, Craig Senger, dan Garth McEvoy akan segera dipulangkan.

Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith mengatakan pemakaman ketiga jenazah diserahkan pada pihak keluarga, termasuk jika keluarga ingin pemakaman para korban dilakukan secara tertutup.

"Saya bertemu dengan keluarga para korban di Jakarta dan saya bisa merasakan kesedihan mereka," kata Smith seperti dimuat laman berita Australia, The Daily, Selasa 21 Juli 2009. Smith baru kembali ke Australia Minggu kemarin, setelah berkunjung ke Jakarta.

Tiga korban dari Australia tersebut menghadiri pertemuan bulanan di Hotel JW Marriott, Jumat 17 Juli 2009, saat pelaku masuk dan meledakan lounge tempat mereka bertemu dan melakukan aksi bom bunuh diri.

Namun, Smith mengatakan dugaan bahwa teroris memang mengincar para eksekutif masih terlalu dini. "Lebih baik kita menunggu hasil penyelidikan dari Jakarta," kata dia.

Kepolisian Australia (AFP) sudah berada di Jakarta, membantu penyelidikan yang dilakukan oleh Polri.

Sebelumnya pegawai keamanan Hotel Marriot, Dikdik Ahmad Taufik, pelaku mengincar lounge. "Pelaku sempat celingak-celinguk, sebelum masuk lounge," kata Dikdik di ruang perawatannya di Rumah Sakit Jakarta, Sabtu 18 Juli 2009.

Ditambahkan Didik, pelaku masuk ke lounge saat itu sedang  berlangsung pertemuan yang dihadiri sejumlah 15 top eksekutif, termasuk  Timothy Mackay dari Holcim Indonesia, yang juga jadi korban dalam pemboman tersebut.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ