VIVAnews - Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak menyatakan, pemerintah tidak akan melibatkan polisi luar negeri, termasuk Australia, untuk menyelidiki ledakan bom di hotel Marriot dan Ritz Carlton, pada Jumat 17 Juli 2009 lalu.
Hanya saja pelibatan Australia disini yakni hanya sekedar membantu mengumpulkan data dari licen officer Australia.
"Tidak ada polisi Australia membantu penyelidikan, tapi ada licen officer yang membantu memberikan data untuk mencocokan data dengan tim Device Victims Investigation, Mabes Polri," kata Brigjen Sulistyo Ishak di Jakarta, Senin 20 Juli 2009.
Sementara soal inisial N, yang diduga sebagai pelaku, polisi belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan adalah pelaku, atau korban. Sebab menurutnya, inisial N itu banyak. "Kami polisi masih menduga, dan belum bisa dipastikan, karena inisial N itu banyak," ujar Sulisyto.
Mengenai adanya dugaan keterlibatan Jemaah Islamiyah (JI), Sulitsyo menambahkan tidak bisa menyimpulkan terkait kelompok tersebut, begitu pun kelompok Ngruki.
"Kami bekerja diawali dari TKP, sketsa belum kami buat, baru pemeriksaan saksi kita belum katakan ada pelaku. Soal Noordin M Top tentunya terus dicari,"
Kaitannya dengan bom Marriott dan Ritz Carlton, polisi masih terus melakukan pemeriksaan 15 saksi, yang mendengar, melihat dan mengalami saat kejadian.
amril.78@vivanews.com
• VIVAnews