Nasional
Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton

Rapat Bareskrim Bahas Identitas Pelaku Bom

Polri belum dapat mengungkapkan identitas pelaku.

Minggu, 19 Juli 2009, 12:33 WIB
Ismoko Widjaya, Desy Afrianti
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (Wenny Gusmarda (ANTV))

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Kepolisian RI (Polri) masih mengidentifikasi potongan kepala dua pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Kendati demikian, Polri belum dapat mengungkapkan identitas pelaku.

"Belum. Nanti saja setelah rapat," kata Kepala Pusat Identifikasi Badan Reserse dan Kriminal, Brigadir Jenderal Bekti Suhartono, di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Juli 2009.

Bekti tak memberikan keterangan lebih lanjut karena akan mengikut rapat bersama Kepala Bareskrim, Komisaris Jenderal Polisi, Susno Duadji. Hadir pula dalam rapat itu yakni Wakil Kabareskrim, Inspektur Jenderal Polisi, Hadiatmoko.

Informasi yang diterima, rapat membicarakan temuan-temuan yang terkait aksi bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan melukai 53 orang. "Identifikasi juga dan membicarakan langkah apa yang selanjutnya akan dilakukan," kata seorang sumber VIVAnews.

Malam setelah kejadian, Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, mengatakan, polisi telah mendapatkan dua potongan kepala yang diduga milik pelaku.

Bagian kepala pelaku yang di Ritz Carlton masih utuh dan mudah dikenali. "Sedangkan yang di JW Marriot, batok kepalanya lepas. Tetapi kulit mukanya masih bisa diidentifikasi. Nantinya, dapat dilakukan reka ulang melalui peralatan polisi," ujar Bambang Hendarso.

Rapat ini juga dihadiri lima Direktorat dibawah Bareskrim. Pimpinan yang ikut hadir yakni dari Direktorat I Keamanan Transnasional, Direktorat II Ekonomi dan Khusus, Direktorat III Tindak Pidana Korupsi, Direktorat IV Narkoba, dan Direktorat V Tindak Pidana Tertentu.

Para jajaran reserse itu hadir mulai pukul 9 dan 10 WIB.
Pada saat bom meledak, di Hotel JW Marriott tengah berlangsung breakfast meeting yang digelar CastleAsia, perusahaan konsultan terkemuka yang jasanya banyak disewa perusahaan multinasional di sektor pertambangan, minyak, dan keuangan.

Di hotel tersebut juga tengah berlangsung seminar internasional soal tindak kejahatan pencucian uang yang digelar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan diikuti peserta dari 15 negara.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ